Hari Jomblo Sedunia, Alibaba Menang Banyak

Tim Editor

Ilustrasi ecommerce. (www.pixabay.com)

Jakarta, era.id - Hari Jomblo, perayaan konsumsi dan perdagangan tahunan Tiongkok dikenal dengan sebutan "Black Friday". Awalnya, perayaan besar bagi penggila jajan ini adalah bentuk protes terhadap Hari Valentine yang digaungkan sekumpulan mahasiswa era 90-an.

Dari segi tanggal yang ditulis secara numerik 11/11, angka itu dikaitkan dengan single yang tidak terikat atau yang dikenal sebagai “tongkat telanjang”.

Festival hari jadi para jomblo ini ternyata memberikan dampak fantastis bagi Alibaba, salah satu e-commerse terbesar di Tiongkok. Melansir New York Times, festival belanja tahun ini jatuh pada hari Sabtu (11/11/2017). Setiap tahun festival ini berhasil mengguncang promosi Amazon's Prime Day.

Juli lalu, Amazon's Prime Day menghasilkan pendapatan sekitar Rp1,3 triliun selama 30 jam. Amazon menyebutnya “hari terbesar yang pernah ada”. Namun, Alibaba telah mencetak rekor baru, dalam satu jam telah meraup keuntungan sekitar Rp13 triliun di Festival Hari Jomblo tahun ini.

Hari Jomblo yang didukung sepenuhnya oleh pasar Alibaba’s Tmall sekaligus mencoba jaringan logistik perusahaan. Mereka menjanjikan pengiriman produk tertentu dalam kurun waktu hanya sejam.

Sebelum festival belanja ini berlangsung, Alibaba juga telah mengubah hampir 100.000 toko di seluruh Tiongkok menjadi “toko pintar” yang mampu memproses pembayaran dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah.

Bagikan: