Tulang Punggung Gemerlap K-Pop

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Hilda/era.id)

Masih dalam bahasan Era Budaya Instan. Setelah membahas bagaimana awal mula K-Pop dibangun di Korea Selatan lewat artikel Mengendus Rekam Jejak Ekspansi K-Pop, enggak lengkap rasanya kalau enggak bahas bagaimana peran rumah-rumah produksi hiburan Korea Selatan mendorong pembangunan industri hiburan berbasis budaya di Negeri Ginseng.

Jakarta, era.id - Lee Soo-man adalah sosok terpenting dari segala kilau sinar di industri hiburan Korea Selatan. Lee adalah orang yang menyeret sorot lampu panggung ke negeri yang terletak di semenanjung Asia Timur ini.

Tahun 1989, satu tahun setelah jatuhnya rezim militer, Lee yang merupakan mantan penyanyi folk dan rock ini mendirikan sebuah dapur rekaman yang dia namai SM Studio. Dapur rekaman ini yang kemudian jadi cikal bakal berdirinya SM Entertainment, sebuah korporasi terbesar dalam industri hiburan Korea Selatan.

Sebagai seorang pionir, Lee adalah sosok yang sangat istimewa. Tangannya dingin, otaknya encer, dan yang jelas, doi punya kuping yang tajam.

Saat itu, usia Lee baru 37 tahun. Ia membangun semua gemerlap K-Pop dengan modal awal sekitar 200 juta won. Tanpa Lee, enggak akan ada tuh nama-nama mentereng di dunia K-Pop seperti Kwon BoA, TVXQ, Super Junior (SuJU), SNSD, f(x), Shinee, EXO, Red Velvet ataupun NCT.  

Keterlibatan Lee dalam industri hiburan Korea Selatan berawal pada 1972. Ketika itu Lee memulai debut profesional sebagai penyanyi. Hit pertamanya adalah "One Piece of Dream". Selain bernyanyi, Lee juga menggeluti karir sebagai DJ dan pembawa acara televisi.

Pada masa itu, industri musik di Korea seolah jalan di tempat. Kondisi itu membuat Lee teralihkan mengejar mimpi lain, yakni menjadi insinyur. Lee pun bertolak ke Amerika Serikat.

Saat itu, MTV memicu evolusi dalam industri hiburan Amerika dan dunia. Konsep klip video mulai ramai kala itu. Konsep klip video pun menarik perhatian Lee. Enggak jauh-jauh. the one and only, the king of pop, Michael Jackson jadi inspirasi Lee. Gerakan tari MJ secara tak langsung menginspirasi penampilan artis K-Pop.

Pulang dari Amerika, Lee kembali masuk ke dunia hiburan sebagai DJ dan presenter. Pada 1989, dengan sisa tabungannya, Lee mendirikan SM Studio di Gangnam, Seoul. Lee kemudian juga membuat grup boyband bernama Seo, Taiji and Boys, yang digadang-gadang sebagai penampil awal dari K-Pop.

Memasuki 1995, Lee mereformasi agensinya menjadi SM Entertainment. Mencontek konsep Seo Taiji and Boys, SM mendebut grup idola pertamanya: boyband beranggota lima orang yang dinamakan HOT, kependekan dari High-Five of Teenagers. Diikuti oleh girlband pertama SM bernama SES, yang diambil dari nama membernya, Sea, Eugene, dan Shoo. Kedua grup bentukan SM ini diyakini sebagai pionir pembangunan musik komersial Korea Selatan. 


Infografis (Hilda/era.id)

Kemunculan rumah produksi lain

Kesuksesan SM diikuti kemunculan rumah produksi lain. Salah satu anggota grup Seo, Taiji and Boys --grup yang pernah digawangi Lee-- Yang Hyun-suk mengikuti jejak Lee dengan mendirikan rumah produksi YG (Yang-gun) Entertainment.

YG Entertainment dipercaya sebagai penyempurna gelombang K-Pop yang kini mendunia. YG Entertainment didirikan pada 1998 oleh Yang Hyun-suk. Agensi ini membawahi sederet nama terkenal, mulai dari grup, duet, maupun solois seperti Bigbang, 2NE1, Psy, Winner, iKon, Se7en, Gummy, Epik High, Akdong, dan Lee Hi.

Idola pertama yang berhasil mereka bentuk untuk pertama kali adalah Seven, pada 2003. Atas keberhasilan tersebut, Seven menjadi artis pertama YG Entertainment yang berhasil menyeberang ke Amerika Serikat. Ya, meskipun debut itu dianggap gagal oleh banyak orang. 

Setelah debut dijalankan, YG Entertainment memusatkan perhatiannya untuk membentuk grup idola pertama mereka, Big Bang pada 2006. Gebrakan yang dilakukan berhasil mengangkat nama Bigbang sebagai salah satu boyband tersukses di dunia. Debut Bigbang kemudian disusul grup wanita bentukan YG, 2NE1 pada 2009, yang berhasil meraih kesuksesan di Jepang.

Selanjutnya, pada 2012, Psy menggebrak industri musik dunia lewat lagunya, "Gangnam Style". Gangnam Style berhasil menduduki urutan pertama iTunes Music Video Chart. Capaian ini merupakan yang pertama diraih seorang artis Korea Selatan. Kemudian, pada 24 November 2012, Gangnam Style mencatat sejarah dengan menjadi video paling banyak ditonton dalam sejarah YouTube.

Selain YG Entertainment, satu perusahaan pencetak bintang K-Pop terbesar adalah JYP Entertainment. Rumah produksi ini didirikan oleh Park Jin-Young pada 1997. Awalnya perusahaan ini bernama Tae-Hong Planning Corporation. Namun, pada 2001, mereka mengganti nama menjadi JYP Entertainment. Sejumlah artis top dinaungi perusahaan ini, antara lain 2PM, Fei, Suzy, JJ Project dan 15&.

Pada 2007, JYP resmi membuka studio dan kantor cabang di Amerika Serikat. Sejak itu, JYP terus memperluas bisnisnya, hingga Oktober 2008, perusahaan ini membuka JYP Beijing Center sebagai cabang mereka di China.

Dalam sebuah wawancara, Park menyebut kunci kesuksesan JYP adalah cara mereka mem-branding artis-artisnya. 

Pada 2009 jadi masa keemasan JYP. Di tahun itu, secara resmi diumumkan bahwa JYP Entertainment dan Jonas Group menandatangani kesepakatan manajemen untuk Wonder Girls. Di tahun itu juga, Wonder Girls berhasil gabung dalam Jonas Brothers 'World Tour 2009.

Kemudian pada 2011, rumah-rumah produksi besar di Korea Selatan, mulai dari JYP Entertainment, SM Entertainment, YG Entertainment, KeyEast, AMENT dan Star J Entertainment bergabung, bekerja sama membangun industri hiburan dan K-Pop yang lebih mendunia lewat United Asia Management (UAM).

Lewat UAM, Korea Selatan membangun K-Pop jadi sebuah gerakan yang amat masif, mendunia, berpengaruh, dan menjual pastinya. 

Tag: era budaya instan k-pop

Bagikan: