Mencari Jati Diri Lewat Festival Pekerja

Tim Editor

    Ilustrasi pekerja (Sumber: Pixabay)

    Jakarta, era.id - Halo, para pekerja, sudah menemukan jati dirimu? Sudah kah kamu memahami makna dari hari-hari yang kamu lalui dengan berbagai tugas yang mewarnai tiap jengkal waktumu? Akhir pekan ini, kamu punya kesempatan buat mendalami semua itu, menyelami kehidupan sebagai seorang pekerja.

    Sabtu dan Minggu, 21 dan 22 April 2018, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, bersama sejumlah organisasi lain bakal menggelar Festival Pekerja. Lewat festival ini, kamu diajak buat mendalami berbagai sudut pandang soal kehidupan sebagai seorang pekerja lewat berbagai kegiatan menarik, mulai dari diskusi, seminar, hingga beberapa kelas kreatif dan pemutaran film.

    Enggak cuma itu, lewat Festival Pekerja, kamu bisa bertemu dengan sejumlah saudara pekerja lain yang berdatangan dari berbagai sektor industri, baik itu pengemudi ojek online, petani, nelayan, pekerja kreatif, hingga para pekerja dari sektor LSM.

    Mengusung tema "Buruh Adalah Pekerja, Siapa Pekerja? Kita Semua!", Festival Pekerja hendak menjangkau setiap orang yang belum mengidentifikasi status mereka sebagai pekerja. Identifikasi sebagai pekerja dinilai penting --terutama untuk milenial dan pekerja muda-- untuk menumbuhkan kesatuan kolektif dalam pergerakan pekerja.
     
     

    Pamflet digital Festival Pekerja (Sumber: Instagram/Remotivi)

    "Pekerja hari gini dipahami secara beragam. Sebagian memilih disebut buruh, sebagian yang lain merasa dirinya lebih pantas disebut pekerja atau karyawan. Akan tetapi, apakah semua yang bekerja disebut pekerja? Jika iya, mengapa masih ada yang menyebut pembantu untuk PRT? Mengapa pula, perempuan seperti ibu rumah tangga yang bekerja di rumah, tak pernah dianggap pekerja?" imbuh penyelenggara Festival Pekerja dalam rilis yang era.id akses, Jumat (20/4/2018).

    Baiklah, akhir kata, mari bergabung dan selamat datang, wahai working class hero!

    Tag: festival pekerja kelas pekerja

    Bagikan :