Akankah Rivalitas Wenger dan Mourinho Berakhir di Manchester?

Tim Editor

Jakarta, era.id- "He's a specialist in failure," ucap Jose Mourinho di awal tahun 2014 saat menanggapi komentar Arsene Wenger. Sebegitu bencikah Mourinho kepada Wenger, hingga mengucapkan kalimat sarkas seperti itu?

 Sebenarnya rivalitas mereka berdua berawal pada bulan Agustus 2005. Saat itu Wenger mengkritisi taktik Mourinho saat menukangi tim Chelsea, yang menjadi tim nomer satu di Liga Inggris. “I know we live in a world where we have only winners and losers, but once a sport encourages teams who refuse to take the initiative, the sport is in danger,” kata Wenger. Pernyataan itu langsung dibalas dengan ketus oleh Mourinho, "I think he is one of these people who is a voyeur. He likes to watch other people”. Sejak saat itu hanya ada perseteruan di antara mereka berdua.

Sejak dipecat dari Chelsea, Mourinho berpetualang ke Inter Milan dan Real Madrid. Di Italia dan Spanyol, dia memenangkan berbagai gelar penting, termasuk juara Liga Champions. Saat kembali lagi ke Chelsea, Mourinho juga mempersembahkan gelar Liga Inggris, meskipun akhirnya dipecat lagi. Sampai akhirnya sekarang menangani Manchester United. Di musim pertamanya, dia meraih gelar Europa League.

Sementara Arsene Wenger pernah memiliki skuad luar biasa di musim 2003/2004, di mana Arsenal meraih gelar Liga Inggris dengan rekor tak terkalahkan sepanjang musim. Kehadiran Mourinho di Chelsea membuat periode keemasan Arsenal meredup. Sinar mereka bahkan semakin pudar. Musim 2017/2018 ini Arsenal berada di peringkat keenam Liga Inggris. Jauh dari radar Liga Champions.

Setelah 22 tahun menangani Arsenal, akhirnya Wenger menyerah. Dia mengundurkan diri akhir musim ini. Lalu akankah rivalitas Wenger dan Mourinho tetap berlanjut atau mengendur? Sejauh ini Mourinho jauh lebih unggul dari Wenger. Dari 18 kali pertemuan, Mourinho mencatat 9 kali kemenangan. Sedangkan Wenger hanya meraih 2 kemenangan. Sisanya berakhir dengan imbang.

Di pertandingan ke-19, tidak ada lagi perang urat syaraf. Baik Mourinho dan Wenger menurunkan tensi. "Jika dia menghormati saya bahkan 50 persen dari apa yang saya hormati, kita bahkan bisa menjadi teman di masa depan. Saya sangat menghormati dia,” ujar Mourinho.

Arsene Wenger pun senada dengan pernyataan Mourinho. “Apakah saya akan mengatakan selamat tinggal kepada Mourinho? Saya akan mengatakan selamat tinggal kepada setiap orang! Di Perancis kami mengatakan ‘au revour’ yang artinya sampai jumpa lagi. Apakah kami akan berteman? Tergantung... Saya sangat menghargai dia pastinya.”

Pertandingan Manchester United melawan Arsenal di Old Trafford Minggu malam nanti (29/04/2018) akan menjadi bukti apakah rivalitas Arsene Wenger dan Jose Mourinho berakhir dengan pelukan hangat atau pertengkaran. Ah semoga saja berakhir dengan tiga orang minum wine bersama, yaitu Arsene Wenger, Jose Mourinho dan Alex Ferguson. Au revour.



I
 

Tag: liga inggris manchester united arsenal jose mourinho arsene wenger

Bagikan: