YouTube Premium dan Nasib Sial YouTuber

Tim Editor

YouTube Premium (Sumber: YouTube)

Jakarta, era.id - Langkah YouTube merilis layanan berbayar berbuntut pada keluhan banyak penggunanya. Iya, pembatasan iklan dalam layanan YouTube Premium lah yang jadi pemicunya.

Para pembuat konten di situs publikasi video itu khawatir kebijakan YouTube membatasi iklan bakal menekan keuntungan mereka. Maklum, para YouTuber selama ini kan banyak dapat untung dari iklan.

Ya, bukan cuma YouTuber-nya saja. Pengguna setia penikmat konten-konten YouTube pun harus siap-siap kecewa. Lewat layanan premiumnya, YouTube memang menawarkan sejumlah fitur istimewa.

Tapi, no free lunch, ya. Kita harus merogoh kantung untuk menikmati konten-konten istimewa itu. Dengan membayar 5 USD per bulan, para pengguna YouTube nantinya bisa mendapatkan lencana eksklusif, emoji, hingga konten-konten eksklusif dari channel-channel tertentu.

Untuk para YouTuber, YouTube memberikan solusi berupa pemberian izin jual merchandise kepada para YouTuber. Selain itu, ada fitur live streaming yang memungkinkan para YouTuber menyapa para pengikutnya secara rutin.

YoTube makin memperketat aturan periklanannya setelah beberapa mereka produk populer mengiklankan produknya pada konten ekstrimis dan bersifat seksual, yang tidak termoderasi secara utuh oleh pihak YouTube.

Di kalangan para YouTuber, kebijakan pembatasan iklan ini mereka sebut sebagai "Adpocalypse" atau jatuhnya pendapatan iklan para YouTuber karena aturan konten yang makin ketat. Di sisi lain, YouTube memang patut berbenah.

Apalagi sekarang telah  terjadi peningkatan persaingan dengan raksasa lain, Facebook yang baru-baru ini meluncurkan aplikasi sekaligus fitur video berdurasi panjang, Instagram TV (IGTV) pada Rabu (20/6).

Selain Instagram yang tengah mencoba bereksperimen dengan video vertikalnya, ada juga Twitch, rival utama YouTube yang tengah mengembangkan peluang bagi para pembuat konten untuk menerima uang langsung dari pemirsa mereka. 

Tag: chipset teknologi 7nm

Bagikan: