Sempat Heboh Surat Kematian Lula Lahfah dari Klinik Depok, Begini Penjelasan Dokter

| 30 Jan 2026 20:05
Sempat Heboh Surat Kematian Lula Lahfah dari Klinik Depok, Begini Penjelasan Dokter
Dokter Rizky (Era.id/Maria Elisabeth)

ERA.id - Dokter Rizky Nirwandi Putra memberikan penjelasan terkait penanganan medis pertama terhadap almarhumah Lula Lahfah (LL) saat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah apartemen kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Dalam pernyataannya selama konferensi pers di Polres Metero Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026), dokter Rizky menjelaskan bahwa ia dihubungi salah satu rekan Lula Lahfah untuk melakukan pemeriksaan sekitar pukul 18.50 WIB pada 23 Januari 2026 atau di hari kematian Lula Lahfah.

“Atas dasar permintaan beliau, saya hadir kurang lebih dalam 20 menit saya telah tiba. Dan bertepatan juga saya tiba bersamaan dengan rekan dan pasangan almarhumah (Reza Arap), dan kami naik bersama-sama seperti yang nampak di CCTV tadi," ujarnya.

Setibanya di lantai 25 apartemen, Rizky menyebut sudah terdapat tim kepolisian dan beberapa rekan almarhumah di lokasi. Ia kemudian diminta untuk segera melakukan pemeriksaan kondisi korban.

"Saat saya temui, kondisi almarhumah sudah tidak sadar. Saya melakukan pemeriksaan denyut nadi, denyut jantung, pergerakan dinding dada, tekanan darah, suhu tubuh, serta tanda-tanda vital lainnya," tuturnya.

Namun, dari hasil pemeriksaan tersebut, Rizky menyatakan tidak menemukan denyut nadi maupun pergerakan pernapasan. Ia juga menemukan tanda-tanda pasti kematian.

"Pada saat itu saya tidak berhasil meraba nadi dan tidak melihat pergerakan dinding dada. Berdasarkan pemeriksaan, saya menyimpulkan bahwa almarhumah LL telah tiada sekitar pukul 19.20 WIB menurut jam tangan saya," ungkapnya.

Setelah menyatakan korban meninggal dunia, Rizky menjalankan prosedur sesuai standar operasional klinik tempat ia bekerja. Ia mendokumentasikan hasil pemeriksaan dan membuat surat keterangan kematian sebagai kesimpulan sementara.

"Karena izin praktik saya berasal dari Mardiah Medical Clinic, maka menjadi kewajiban saya untuk membuat surat keterangan kematian. Dokumen tersebut saya kirimkan dalam bentuk PDF kepada pihak yang memesan jasa saya untuk keperluan administratif," jelasnya.

Lalu, kata Rizky, setelah menyerahkan dokumen tersebut, dirinya meninggalkan lokasi dan tidak lagi terlibat dalam proses lanjutan yang sepenuhnya ditangani pihak kepolisian.

"Setelah itu proses selanjutnya dilakukan oleh kepolisian, termasuk identifikasi, visum, dan rencana autopsi di Rumah Sakit Fatmawati. Pada tahap itu saya sudah tidak mendampingi lagi," tutupnya.

Diketahui, Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026 di apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan medis awal, Lula dinyatakan mengalami henti jantung dan pernapasan.

Rekomendasi