Mimbar Rakyat di Tugu Proklamasi Hasilkan Sumpah Rakyat

Tim Editor

Mimbar Rakyat (Gabriella Thesa/era.id)

ERA.id - Massa aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) yang bertajuk "Mimbar Akbar Sebuah Sumpah Rakyat" membacakan Putusan Mimbar Rakyat 2020 dan Sumpah Rakyat Tertindas sebelum membubarkan diri dari kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2020).

Massa yang terdiri dari buruh, mahasiswa, dan petani itu membubarkan diri sekitar pukul 19.45 WIB. 

Sebelum membacakan Sumpah Rakyat Tertindas, perwakilan massa aksi yaitu dari LBH Jakarta Lini Zurlia, Jubir Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) Nining Elitos, dan Ketua BEM UI Fajar Adi membacakan Putusan Mimbar Rakyat 2020. 

Dalam putusan mimbar tersebut, massa aksi sepakat UU Cipta Kerja atau yang mengancam masa depan seluruh masyarakat dan menyebabkan ketimpangan. Mereka juga menegaskan mosi tidak percaya terhadap rezim Jokowi-Ma'ruf Amin dan DPR RI, dan menuntut UU Cipta Kerja dicabut. 

Adapun Sumpah Rakyat Tertindas yang mereka bacakan adalah:

1. Dengan segenap kesadaran, kami rakyat tertindas menjunjung tinggi persatuan, persatuan atas nama tegaknya keadilan.

2. Dengan seluruh keberanian, kami rakyat tertindas bersumpah menyerukan sikap perlawanan, perlawanan terhadap culasnya kekuasaan.

3. Dengan sepenuh keyakinan, kami rakyat tertindas bersumpah akan terus berjuang, berjuang demi lenyapnya kesewenang-wenangan.

Usai membacakan sumpah ini, Jubir Gerak Nining Elitos kemudian menyebut aksi menolak UUCipta Kerja masih belum selesai.

"Aksi ini belum selesai, perjuangan kita masih panjang dan 10 November kita turun lagi," tegasnya.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi ramai-ramai bersorak sambil menyanyikan lagu Buruh Tani dan Internasionale. 
Adapun aksi hari ini dihadiri oleh sekitar seribu orang dari elemen buruh, petani, dan mahasiswa. Mereka merayakan Hari Sumpah Pemuda dengan menolak UU Cipta Kerja.

Kalangan buruh dan tani yang ikut aksi adalah Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI), Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Sementara elemen mahasiswa adalah IISIP Jakarta, Unika, Universitas Pancasila, Universitas Nasional, dan Universitas Trilogi. 

Tag: demo tolak omnibus law

Bagikan: