IPW: Aksi Polisi Tembak Mati 6 Laskar FPI dan 3 Orang di Cengkareng Memprihatinkan, Bukti Jakarta Tidak Aman

Tim Editor

Cafe RM (Ilham/era.id)

ERA.id - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane menyoroti kasus penembakan yang dilakukan polisi Bripka CS di Cengkareng, Jakarta Barat. 

Selain penembakan yang menewaskan 3 orang termasuk anggota TI itu, Neta memberi juga contoh kasus kematian 6 Laskar FPI

"Aksi brutal yang diduga dilakukan polisi koboi di Cengkareng menunjukkan Jakarta semakin tidak aman," kata Neta S Pane kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

Neta menyebutkan, kasus kematian Laskar FPI sudah sangat memprihatinkan. Ditambah lagi aksi koboi anggota polisi yang menembak anggota TNI dan pegawai kafe.

"Aksi brutal polisi koboi ini sangat memprihatinkan. Sebab, kasus tembak mati enam laskar FPI di km 50 tol Cikampek saja belum beres, kini Polda Metro Jaya masih harus menghadapi kasus tembak mati tiga orang di Cengkareng," terang Neta.

Sebelumnya, Neta S Pane mendesak oknum polisi yang diduga sebagai pelaku penembakan di sebuah kafe kawasan Jakarta Barat diberikan sanksi setimpal. 

Kejadian itu juga disebut menjadi tanggungjawab Kapolres Jakarta Barat.

Menurutnya, ada dua alasan kenapa Kapolres Jakarta Barat harus dicopot. Pertama, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah lalai terhadap operasional sebuah kafe di tengah pandemi Corona.

"Kedua, Kapolres kurang memperhatikan perilaku anak buahnya hingga terjadi peristiwa brutal yang diduga dilakukan anak buahnya di wilayah hukumnya," ucapnya. 

 

Tag: Penembakan di Cengkareng penembakan polisi bripka cs penembakan 6 laskar fpi

Bagikan: