Viral Aksi Ormas Pemalak Modus Santunan Anak Yatim Pukul Tukang Siomay di Tangerang, Polisi Buru Pelaku

Tim Editor

Tangkapan Layar

ERA.id - Niat mencari rezeki dengan berdagang tak semulus yang diharapakan. Suka duka harus dijalankan meski pahit. Seperti yang menimpa seorang pedagang di kawasan Puri Beta, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Seorang pedagang siomay mengalami aksi pemerasan sekaligus kekerasan oleh anggota Organisasi Masyarakat (Ormas). Aksi intimidasi yang dilakukan oleh oknum tersebut pun tersebar luas di media sosial.

Dari video berdurasi 1 menit 7 detik yang diperoleh ERA.id, nampak oknum anggota ormas yang mengenakan baju hitam dengan celana jeans diduga tengah memalak pedagang siomay.


Oknum itu terlihat angkuh dengan nada bahasa yang tak elok. Dalam video yang diambil pada malam hari itu, oknum tersebut juga sempat memukul wajah pedagang dengan tangan kanannya.

Sementara, si pedagang tak berkutik. Dia nampak pasrah dengan perlakuan anggota ormas itu. Usai memukul, pemalak meminta duit dengan mengatasnamakan santunan yatim piatu.

Pedagang tampak membela diri dengan kata-katanya. Namun, pemalak tampak tidak mendengarkan dan justru memukul wajah pedagang untuk kedua kalinya.

Terdengar beberapa kali pemalak itu mengucapkan kata-kata kasar kepada pedagang tersebut. Akhirnya, pedagang itu sempat hendak membayar pemalak tersebut.

Akan tetapi, pria yang diduga anggota ormas itu menolak uang yang hendak dibayar dan justru mengancam akan membunuh si pedagang.

"Gue tunggu lo ya entar di Giant. Gue tunggu lo, gue matiin lo entar ya," kata pemalak kepada pedagang.

Pemalak lantas menendang kaki pedagang menggunakan kaki kirinya. Kepada pemalak, pedagang mengatakan bahwa dia salah sasaran.

"Salah orang," ucap pedagang kepada pemalak.

Perekam video berinisial B, mengatakan bahwa aksi pemalakan itu terjadi pada Senin (20/9) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Tanggal 20 September 2021, Senin," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/9/2021).

Saat kejadian, B sedang menongkrong di lokasi tersebut. Dia menduga bahwa pemalak itu merupakan ormas lantaran atribut yang dikenakan.

"Itu dia pake atribut, bajunya," tutur B.

Dia menceritakan, pria yang diduga anggota ormas itu memalak hampir seluruh pedagang yang berada di kawasan Puri Beta. Modus pemalak adalah mengatasnamakan santunan untuk anak yatim.

Kemudian, ada seorang pedagang yang menolak untuk membayar santunan. Pemalak lantas memukul dan menendang pedagang tersebut.

"Kebetulan itu pedagang enggak mau kasih, soalnya (pemalak) enggak ada surat legalnya yang nunjukin itu buat santunan anak yatim," kata B.

Menurut dia, pemalak meminta duit seikhlasnya, tetapi lebih dari Rp10.000.

"Sebenernya seikhlasnya. Gue sendiri enggak tau ada patokan harga berapa. Yang jelas pasti di atas Rp10.000 lah kalo udah ngotot kaya gitu," katanya.

B menyebut, pemalak itu ditemani oleh seorang rekannya saat melakukan aksi tersebut. Rekan pemalak berada di sebuah motor yang terparkir tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol mengaku belum mengetahui peristiwa yang terjadi di wilayah hukumnya itu. Akan tetapi, dia mengatakan bahwa pihaknya bakal melakukan penyelidikan pada Jumat malam ini.

"Saya akan arahkan anggota untuk cek. Saya cek malam ini," ucap Poltar.

Tag: tangerang kriminal pemalakan pedagang dipalak

Bagikan: