Kabar Duet Anies-Cak Imin, PKB Langsung Gelar Rapat Dewan Syura Besok

| 31 Aug 2023 23:26
Kabar Duet Anies-Cak Imin, PKB Langsung Gelar Rapat Dewan Syura Besok
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Antara)

ERA.id - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar rapat Dewan Syura dan Dewan Tanfidz untuk merespons isu bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan menggandeng Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapresnya. Rencananya, rapat Dewan Syura PKB akan digelar pada Jumat (1/9).

"Jadi besok akan ada rapat Dewan Syura dan Dewan Tanfidz untuk menyikapi situasi dan perkembangan politik terbaru," kata Ketua DPP PKB Luqmanul Hakim di Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Dia mengatakan, kabar tersebut belum bisa disikapi sebelum mendiskusikannya dengan matang.

"Tentu buat PKB sesuatu yang harus dibicarakan ke semua pihak karena PKB ini banyak sekali komponen-komponen," kata Luqman.

"Salah satu yang harus diajak musyawarah ini para kiai, karena di PKB ada dewan syura. Para kiai harus diajak bicara dulu, dikonsultasikan dulu terkait dengan situasi hari ini," imbuhnya.

Adapun respons Cak Imin terhadap kabar tersebut, menurut Luqman biasa saja. Dia mengatakan, Cak Imin terbuka dengan segala kemungkinan.

"Ya kalau Gus Imin kan hampir setiap hari diskusi ya, terkait dengan situasi poros pilpres. Saya kira beliau orang yang cukup positif untuk menilai setiap perkembangan," katanya.

Sebelumnya, Partai Demokrat menuding bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengkhianati kerja sama politik dengan partainya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan, Anies diam-diam menyetujui kerja sama antara Partai NasDem dan PKB untuk menduetkan Anies dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar," ujar Riefky dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/8).

Menurutnya, kesepakatan kerja sama politik itu dilakukan sepihak atas inisiatif dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Artinya, kesepakatan kerja sama NasDem-PKB tak diketahui oleh Partai Demokrat dan PKS yang merupakan bagian dari Koalisi Perubahan.

"Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh," kata Riefky.

Partai Demokrat, kata Riefky, juga langsung mengkonfirmasi kabar tersebut kepada Anies dan mantan gubernur DKI Jakarta itu membenarkan.

Bahkan, kata Riefky, Partai Demokrat dipaksa untuk menyetujui kerja sama tersebut.

"Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. Ia

mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar. Demokrat “dipaksa” menerima keputusan itu (fait accompli)," ucapnya.

Diketahui, PKB masih terikat kerja sama politik dengan Partai Gerindra, Golkar dan PAN.

Sementara Anies diusung Partai NasDem, Demokrat dan PKS.

Rekomendasi