TKN soal Gibran yang Sering Dikritik: Jagoan Perang ya Diserang

| 27 Nov 2023 14:28
TKN soal Gibran yang Sering Dikritik: Jagoan Perang ya Diserang
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Maju (KIM), Nusron Wahid (Sachril Agustin/ ERA)

ERA.id - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Maju (KIM), Nusron Wahid tak mempermasalahkan bila pasangan Prabowo Subianto, yakni Gibran Rakabuming Raka selalu diserang.

Diketahui, Gibran kerap diserang karena bisa menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) perihal memperbolehkan seseorang yang belum berusia 40 tahun mencalonkan diri sebagai cawapres selama berpengalaman menjadi kepala daerah.

"Nggak mengganggu, kita tak merasa salah, ngapain diserang biasa, jagoan perang ya diserang," kata Nusron kepada wartawan di Grand Sahid, Jakarta, Senin (27/11/2023).

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan Gibran mempunyai legal standing saat menjadi cawapres Prabowo. Menurutnya, Prabowo maupun KIM tak terganggu meski putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini selalu diserang.

"Kita nggak merasa capek tapi yang nyerang merasa capek," ucapnya.

Nusron Wahid menyebut alasan Gibran yang tak banyak bicara ketika tampil di publik merupakan sebuah strategi.

Dalam kesempatan itu, Nusron juga menyinggung perihal PKS yang menyebut narasi "gemoy" Prabowo merupakan sesuatu yang tidak sehat. Sekretaris TKN ini menegaskan narasi gemoy merupakan aspirasi dari masyarakat sehingga tak mungkin dibungkam.

"Ya namanya orang ini kan muncul dari organik, muncul dari masyarakat istilah-istilah itu, masa sih rakyat mau dibungkam," ujarnya.

Dia lantas menyindir PKS sebagai pihak yang belum berkuasa tapi sudah senang membungkam aspirasi rakyat.

"Katanya nggak boleh membungkam aspirasi rakyat, kok ini belum berkuasa saja, ikut Pemilu mau membungkam aspirasi rakyat," jelas Nusron.

Rekomendasi