Remehkan Penghujat, Prabowo: Mereka Sedikit, Pintarnya Cuma di Sosmed, Enggak Jelas

| 08 Jan 2026 07:22
Remehkan Penghujat, Prabowo: Mereka Sedikit, Pintarnya Cuma di Sosmed, Enggak Jelas
Prabowo di hadapan para petani, komunitas pertanian, dan sejumlah pejabat negara saat acara Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu kemarin.

ERA.id - Presiden Prabowo Subianto senang dengan pencapaian swasembada pangan yang terbilang cepat selama dia memerintah. Dia berharap Indonesia bisa swasembada pangan terus setiap tahun.

Hasil ini dianggap Prabowo sebagai alat bukti kepada sejumlah kalangan yang suka nyinyir, ngejek, dan hujat, dan fitnah kepada pemerintah.

"Saya sungguh bangga bahwa hari ini Saudara buktikan bahwa Indonesia bisa. Ada elit kita sebagian yang kerjanya hanya ngejek, hujat, fitnah, nyinyir, enggak ada keberhasilan bangsa Indonesia," tutur Prabowo di hadapan para petani, komunitas pertanian, dan sejumlah pejabat negara saat acara Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu kemarin.

Prabowo menganggap kesehatan jiwa orang tersebut aneh. Secara terus terang, Prabowo bingung dengan mereka.

"Tetapi biarlah enggak ada urusan itu, saya kira sedikit mereka itu, mereka pintarnya hanya di sosmed, enggak jelas juga itu, jangan-jangan mereka dibayar."

"Hari ini, bahagia bagi saya. Bahagia, saya senang sekali, dan saya melihat tadi, penuh harapan, penuh keyakinan. Kalau banyak tokoh nyinyir mengatakan kita tidak bisa swasembada pangan, hari ini kita buktikan kita swasembada pangan," tambahnya.

Sementara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia hampir pasti siap mengekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai dan penyerapan oleh Perum Bulog dipastikan aman.

"Beras kalau bisa... izin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang penting Bulog, izinnya dan serapannya tiga bulan ke depan, sama saja 2025, aku tidak minta lebih, itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini," kata Amran di tempat yang sama.

Dia menegaskan ekspor beras akan menjadi tonggak sejarah baru Indonesia, menyusul stabilnya pasokan nasional dan keberhasilan pengelolaan cadangan pangan strategis di tengah peningkatan produksi petani dalam negeri.

"Dan itu sejarah pertama Indonesia. Jadi Pak Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi), itu nanti aku menghadap Pak. Kesempatan kami sampaikan ini karena ada Bapak Presiden," ucap Amran.

Dia menyebutkan saat ini stok beras cadangan pemerintah (CBP) secara nasional tercatat mencapai 3,2 juta ton, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 4 juta ton pada pertengahan 2025, semuanya mencerminkan penguatan cadangan pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Amran membandingkan kondisi saat ini dengan capaian Indonesia pada 1984, ketika mendapat pengakuan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) meski stok beras nasional kala itu hanya sekitar 2 juta ton.

Rekomendasi