ERA.id - Presiden Prabowo Subianto ditampar kalimat yang menganggap Bali itu kotor dan dipenuhi sampah. Dia meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan masalah itu demi menjaga daya tarik pariwisata.
"Maaf ya gubernur, bupati-bupati dari Bali, ini real lho, Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara, apa susahnya sih? Entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Ini pantai kita, ini halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai korve," kata Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menuturkan, dia mendapat informasi tentang kondisi Bali yang kotor penuh sampah saat dirinya bertemu sejumlah tokoh menteri maupun jenderal di Korea Selatan.
"Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh di Korea, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di manapun, dia enggak pakai bahasa basi, bicaranya apa adanya, dia ngomong ke saya. Dia bilang 'Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice'. Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama," kata Prabowo.
Ia menyampaikan, persoalan sampah telah menjadi masalah krusial secara nasional, termasuk di Bali, seraya menyebut banyak tempat pembuangan akhir mengalami kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun ke depan.
Kondisi pantai Bali yang dipenuhi sampah dinilai berpotensi menurunkan minat wisatawan dan berdampak pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi penyerap lapangan kerja utama.
Ia mendorong pemerintah daerah, khususnya di Bali, untuk menggerakkan siswa tingkat SD, SMP, dan SMA agar terlibat dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan, termasuk kawasan pantai.
Kegiatan tersebut, ucapnya, dapat dilakukan secara rutin dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat TNI dan Polri, hingga badan usaha milik negara.
Ia menilai upaya pembersihan lingkungan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan seremonial atau saling menyalahkan, melainkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan.
Pemerintah pusat siap memimpin dan mendukung langkah-langkah penanganan sampah apabila diperlukan demi kepentingan masyarakat.
"Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah nggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan itu, cepat itu. Modalnya nanti apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk, sampah, dan sebagainya," kata dia.
Dalam kesempatan itu, dia turut menyampaikan rencana pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota yang ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan beroperasi dalam sekitar dua tahun.
Proyek tersebut diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka menengah untuk mengurangi beban sampah di daerah.
Ia menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan syarat penting bagi keberlanjutan pariwisata dan kesehatan masyarakat.
Dalam waktu dekat, pemerintah juga berencana meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah), dengan seluruh instansi pemerintah diminta mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
"Dandim, Danrem, saya perintahkan kau, gerakkan anak buahmu, korve, tiap hari atau tiap berapa hari, korve, korve, korve. Kepolisian, gerakkan, korve, korve, korve. Danantara semua BUMN, ribuan anak buahnya, korve," ujar dia.
"Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN. Semua menteri KL, sebelum masuk kantor, minimal setengah jam bersihkan lingkunganmu. Benar ya? Jangan siap-siap. Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor, kalau perlu menterinya yang mimpin. K/L-K/L semua itu, semua kantor. Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah," imbuhnya.