ERA.id - Pekerja swasta dan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebentar lagi bekerja dari rumah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan memutuskan itu secara resmi sebelum April.
"Bulan ini tinggal berapa hari? Jadi masih ada waktu," pungkas Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Pemerintah memang berupaya menghemat energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dengan jalan memastikan pekerja agar bisa WFH sehabis Lebaran.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan work from home (WFH) takkan mengganggu produktivitas ekonomi nasional, malah berpotensi memberi efisiensi penggunaan energi.
"Nggak (mengganggu), kalau kita pilih dengan cermat. Kalau kita pilih Jumat, jadi pasti ada penghematan BBM berapa persen lah, saya nggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak," ujar Purbaya ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan sektor-sektor strategis seperti industri manufaktur dan pelayanan publik tetap akan berjalan normal karena tidak seluruh jenis pekerjaan dapat dilakukan secara jarak jauh.
Selain itu, penerapan WFH dinilai berpotensi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat berkurangnya mobilitas masyarakat, meski besaran penghematan masih bergantung pada harga minyak.
"Kalau untuk produktivitas kan, kalau untuk pabrik-pabrik dan lain-lain yang memang memerlukan kerja terus-menerus, ya nggak harus kan. Terus untuk pelayanan publik ya tetap jalan. Jadi harusnya nggak masalah kalau cuma satu hari saja. Produktivitas kita total nggak akan terlalu terganggu," jelas Purbaya.