Ade Armando Mundur dari PSI Usai Dilapor Polisi karena Singgung JK

| 05 May 2026 16:46
Ade Armando Mundur dari PSI Usai Dilapor Polisi karena Singgung JK
Ade Armando (Dok. ERA.id)

ERA.id - Ade Armando mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kini sosok kontroversial tersebut tak lagi menjadi anggota partai berlambang gajah.

Katanya tidak ada konflik antara dia dan partai. Keputusan diambil karena dia bertanggung jawab atas banyaknya kekisruhan yang terjadi hingga membuat PSI kena imbas.

Ade memahami dirinya kerap dikritik soal pernyataannya. Namun, belakangan kritik yang dialamatkan kepada dirinya juga ikut menyeret nama partai.

"Serangan itu diperluas, dari serangan terhadap saya, juga terhadap... serangan itu terhadap teman-teman saya, termasuk misalnya Bu Grace Natalie," kata Ade di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ade berharap setelah dia mundur, kritik dan konsekuensi dari pernyataannya tak lagi dialamatkan ke PSI.

“Sehingga kalau saya sehabis acara ini misalnya masih melakukan kritik-kritik yang tidak bisa diterima oleh pihak mana pun, eh tolong jangan serang PSI-nya. PSI tidak tahu apa-apa soal ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pimpinan PSI tidak mempersalahkan soal ramainya kritik terhadapnya. Meski demikian dirinya merasa tidak nyaman bila kritik kepadanya berdampak kepada partai dan jajarannya, sehingga opsi memisahkan diri dari PSI menjadi jalan terbaik.

"Pimpinan-pimpinan PSI selalu mengatakan bahwa mereka selalu bersedia atau mereka selalu berada bersama saya. Tapi tidak adil ya, kalau bapak-bapak, ibu-ibu di PSI harus juga menanggung akibat dari apa yang saya sampaikan," katanya.

Merasa tak fitnah JK

Ade sampai hari ini merasa tak memfitnah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK).

“Kami tidak pernah memfitnah, menuduh Pak JK itu penoda agama. Kami tidak pernah menuduh Pak JK, itu memfitnah. Kami tidak pernah mengadu domba antarkelompok-kelompok umat beragama di Indonesia.”

Ade menegaskan, kritik kepada JK merupakan bagian dari pandangan yang ia yakini memiliki dasar, bukan provokasi atau mengadu domba.

“Siapa pun yang menuduh saya melakukan itu dan saya dan teman-teman melakukan itu, saya akan tantang untuk tolong sampaikan di bagian mana dari video saya, saya melakukan itu,” ujarnya.

Bila konsekuensi hukum hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, ia menyatakan siap menanggung dan menghadapi proses tersebut.

“Kalau saya dipanggil oleh polisi, saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya,” kata Ade.

Dilapor ke polisi

Sebelumnya, sekitar 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam melaporkan Ade dan Permadi Arya serta politisi Grace Natalie ke polisi terkait video ceramah Jusuf Kalla (JK).

Ketua Bidang Hukum dan HAM PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Gurun Arisastra menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan ketiga sosok tersebut karena mengunggah potongan video ceramah JK di media sosial masing-masing.

“Ade Armando yang telah mengunggah video penggalan di (YouTube, red.) Cokro TV tanggal 9 April 2026. Lalu, Permadi Arya yang memposting di media sosialnya tanggal 12 April 2026. Lalu, Grace Natalie yang memposting pada media sosialnya tanggal 13 April 2026,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa dalam unggahan ketiganya, terdapat narasi video JK yang tidak utuh terkait pembahasan ajaran agama Kristen soal mati syahid.

JK, sambung dia, sejatinya tidak membahas terkait ajaran agama, tetapi kekhawatiran psikologis masyarakat yang memahami suatu ajaran yang berpotensi mengalami kesesatan berpikir.

“Sehingga bahwa Pak JK menyatakan bahwa cara berpikir syahid itu adalah keliru. Ini kan tidak disampaikan di publik, tidak utuh,” ucapnya.

Rekomendasi