ERA.id - Pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung soal pacaran kepada anak perempuan berumur 10 yang merupakan siswi Sekolah Rakyat, C, membuat gerah Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Dia meminta Presiden RI agar lebih berhati-hati dalam sikap dan pernyataan di ruang publik agar tidak memperkuat stereotip yang menempatkan perempuan secara inferior dan membatasi perempuan pada ranah personal.
"Agar tidak memperkuat stereotip yang menempatkan perempuan secara inferior dan membatasi perempuan pada ranah personal, seperti pacaran maupun relasi perkawinan," kata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Dahlia Madanih, Kamis (20/8/2026).
"Ini berpotensi menggeser sorotan dari prestasinya ke kehidupan personal, sehingga perlu menjadi perhatian dalam komunikasi publik pejabat negara," katanya.
Ia menekankan pentingnya negara membangun relasi yang sehat dan setara sekaligus memastikan bahwa perempuan dan anak perempuan memiliki ruang yang aman untuk tumbuh dan menentukan pilihan hidupnya.
Menurut dia, perhatian negara terhadap anak perempuan semestinya diarahkan pada pemenuhan hak dan pengembangan potensinya, termasuk hak atas pendidikan, rasa aman, kesehatan, pengembangan bakat, partisipasi, serta kesempatan untuk berprestasi di berbagai bidang.
"Perlindungan terhadap anak perempuan tidak seharusnya dibangun melalui pembatasan yang bersumber dari stereotip gender, melainkan melalui pendidikan, pengasuhan, dan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang serta penghormatan terhadap martabat dan hak anak," kata Dahlia Madanih.
Selain itu, pernyataan yang disampaikan dalam forum resmi dan disaksikan oleh publik dinilai memiliki makna yang lebih luas daripada konteks candaan antarpersonal, karena dapat turut membentuk cara masyarakat memandang dan memperlakukan anak perempuan.
Sebelumnya, Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada Jumat (14/8) silam menyebut C sebagai salah satu contoh anak yang kembali memperoleh kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi setelah hadirnya Sekolah Rakyat.
"Ketika kelas 4 sekolah dasar, hampir putus sekolah, karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas."
"Umurmu berapa? 10 tahun? Ya nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu," tambah Prabowo.