PDIP Singgung Dapat Sedikit Kursi di BUMN

Tim Editor

Hasto Kristiyanto (Dok. Era.id)

ERA.id - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut kadernya paling sedikit mendapat jatah kursi komisaris di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Padahal, partai berlambang kepala banteng ini adalah partai pemenang Pemilu.

"Dalam penempatan jabatan strategis sebagai komisaris misalnya, jumlah kader PDI Perjuangan paling sedikit dibanding Partai lain," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2020).

Hasto menegaskan bahwa sebagai partai pemenang Pemilu perlu menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis sebagai bagian dari tugas partai melakukan kaderisasi kepemimpinan. Adapun jabatan strategis yang diinginkan oleh PDIP tak hanya di jajaran komisaris BUMN, melainkan di tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan, Kabupaten Kota, Provinsi, hingga tingkat nasional dan bahkan internasional.

"Partai yang menang Pemilu, dimanapun tradisi demokrasi di seluruh dunia, maka partai lalu menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis," tegas Hasto.

Meski tak mendapat banyak jabatan komisaris di BUMN, Hasto mengatakan partainya menerima keputusan tersebut. Malahan, dia mengaku hal itu bisa memicu para kadernya untuk terus meningkatkan kualitas diri.

"Keputusan otoritas Menteri kami terima, dan hal tersebut sebagai daya pemacu untuk terus tingkatkan kualitas kader," ucap Hasto.

Dari informasi yang dihimpun, PDIP hanya menempati tiga kursi komisaris di BUMN, antara lain yaitu Basuki Tjahaja Purnama Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Ria Latifa sebagai Komisaris PT Bank BRI (Persero), dan Arief Budimanta sebagai Komisaris di PT Bank Mandiri Tbk (Persero). 

Tag: ahok pdip hasto kristiyanto bumn

Bagikan :