Soal Kotak Kosong, Munafri Singgung Petahana dan Pilkada Makassar 2020

Tim Editor

Munafri Arifuddin saat diwawancara (Antara)

ERA.id - Calon wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memang sudah mantap maju di Pilwalkot. Ia sudah menghiraukan kekalahannya di Pilkada Makassar 2018 lalu saat melawan kotak kosong.

Banyak dicibir dan jadi buah bibir di Indonesia usai kekalahannya itu, ia merasa tidak kapok. Menurutnya, kekalahan adalah guru yang paling berharga.

Lebih jauh, dalam akun Youtube Rijal System, Appi bilang, kalau dirinya baru sekali kepentok dan tidak akan berhenti. Jika ia berhenti, maka ia takkan tahu kerasnya hambatan di masa mendatang.

"Jadi persoalan kepentok itu, cuma jadi pelajaran. Di depan ada hambatan, saya tidak boleh lewat situ lagi. Tidak boleh cuma sekali terbentur, udah. Itu menurut saya cuma orang-orang konvensional lah."

Sekadar diketahui, tahun lalu, saat Appi berpasangan dengan Rahmatika Dewi atau Cicu, mereka meraup 264.245 suara. Sedangkan perolehan suara yang 'tidak setuju' (kolom kosong) adalah 300.795 suara.

Jadi perbedaan perolehan suara antara Appi-Cicu dan suara yang 'tidak setuju (kolom kosong) adalah 300.795 suara - 264.245 suara = 36.550 suara atau lebih dari 2.825 suara.

Dari kenyataan itu, apakah Appi malu? Ternyata tidak. Bahkan, ia menyinggung petahana. "Apanya yang harus malu? Sekarang saya mau bilang, carikan saya calon wali kota di Indonesia, yang bertanding, tidak ada lawannya, tapi bukan incumbent. Ada?"

"Biasanya kan yang tidak ada lawannya itu incumbent (petahana)."

Jika merunut ke belakang, petahana yakni Danny Pomanto harus menelan pil pahit bersama pasangannya, Indira Mulyasari, setelah dikeluarkan oleh KPU dari arena kontes. Keputusan itu didapat usai tim Appi-Cicu menyoroti 3 kebijakan Danny sebagai petahana yang dianggap bertentangan dengan pasal pasal 71 ayat 3.

Ketiga kebijkan itu yakni pembangian handphone kepada RT/RW, pengangkatan tenaga kontrak dan penggunaan tagline 2x+baik. Seperti diketahui Danny membagikan 5.971 Smartphone untuk Ketua RT/RW akhir Desember 2017 lalu.

Belakangan, Danny mengaku berada di barisan kolom kosong versus Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). "Kita sangat siap. Yang paling kita siap (menangkan) itu ya kotak kosong," tegas Danny dikutip Okezone tahun lalu.

Bahkan, katanya, simpul-simpul pendukungnya bergerak secara massif untuk menyosialisasikan kotak kosong. "Bahkan jaringan kotak kosong ini lebih kuat daripada DIAmi (tagline Danny-Indira)," tuturnya.

Tag: pilkada 2020

Bagikan: