Tim Danny-Fatma Siap Tarung Jika "Dikeroyok" di Pilkada Makassar, Demokrat Mengkritik

Tim Editor

Indira Mulyasari (Dok. Pribadi)

ERA.id - Isu soal akan dikeroyoknya Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi oleh Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman), Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Ical-Fadli), dan Irman Yasin Limpo-Zunnun Halid (None-Zunnun), dibenarkan oleh Juru Bicara Danny Fatma (Adama) yakni Indira Mulyasari Paramastuti.

Menurutnya, tim mereka sudah memprediksi sejak awal kalau Appi-Rahman akan menghimpun kekuatan atau dua paslon akan bergabung ke Appi-Rahman, untuk mengeroyok mereka. "Sudah kami perhitungkan dari awal dan sudah masuk di strategi kami," terang Indira melalui pesan WhatsAppnya, Jumat (30/10/2020) siang tadi.

Politisi dari NasDem ini, yang pernah berpasangan dengan Danny di Pilkada Makassar 2018 lalu, juga bercerita jika pasangan calon nomor urut 01 akan mampu bersaing secara sehat jika isu yang berkembang tersebut terjadi nantinya. "Kami tetap akan menjalankan strategi yang kami jalankan sebelumnya," bebernya.

Mereka tidak takut dengan strategi "keroyok" yang sekarang sedang berkembang isunya. Sejauh ini, menurutnya seluruh tim Danny-Fatma tetap fokus menjalankan tugas, agar pada bulan Desember mendatang, hasil safari kampanye bekerja dengan maksimal, berpengaruh ke suara mereka.

"Insya Allah tidak, tetap fokus, waktu tinggal sedikit jadi tetap masifkan pergerakan dengan metode-metode yang sudah kami tetapkan."

Danny-Fatma diakui Indira sangat siap dengan skenario "pengeroyokan" dan face to face, jika memang isu itu tidak terjadi. "Iya. Semua kemungkinan sudah dipikirkan, jika kami (menurutnya) tetap bertarung 4 kandidat," tutupnya.

Sementara saat era.id mengklarifikasi tentang isu yang berkembang di tengah masyarakat ini ke pihak Appi-Rahman, Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman, yakni Erwin Aksa, belum menjawab pesan. Meski begitu, kader Demokrat Makassar yang enggan disebut namanya, menanggapi isu ini dengan mengirim sinyal perang pada Danny-Fatma.

"Itu cuma perasaanya Danny-Fatma, jadi kalau mereka kalah, tidak begitu malu. Mereka sudah punya alibi."

Ucapannya diakui berdasar, sejak pada Pilkada Makassar 2018 lalu, Demokrat mengawal Danny-Indira, dan sedkit banyak tahu dapur Danny Pomanto. Kini, Demokrat diketahui mendukung penuh Appi-Rahman. "Kita pernah di dapurnya DP, jadi kita tahu apa yang mereka goreng."

"Ingat, suaranya appi cicu 46,77 persen lawan kotak kosong. Itu karena tidak ada lawan. Kalau ada lawan, sudah menang Pak Appi."

"DP itu framing terus soal dia dihantam kekuatan besar, biar orang kasihan dan pilih dia," tandasnya.

Tag: pilkada 2020 makassar

Bagikan: