Tudingan Polisi Soal Senpi Laskar FPI, Fadli Zon: Cara Klasik Intelijen

| 08 Dec 2020 19:10
Fadli Zon (Dok. Instagram Fadli Zon)

ERA.id - Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Fadli Zon menilai narasi kepolisian soal kepemilikan senjata api dan senjata tajam yang digunakan pendukung pentolan FPI Rizieq Shihab dalam bentrokan dengan aparat di Jalan Tol Cikampek KM 50 sangat mudah dibantah.

Selain itu, menurut Fadli, narasi seperti itu adalah narasi klasik dari intelijen di masa lalu. Dia lantas menganalogikannya seperti adanya aparat yang sengaja melempar narkoba supaya bisa menuduh seseorang memiliki narkoba.

"Narasi polisi itu menurut saya sangat mudah untuk dibantah apalagi kemudian menggunakan pistol, senjata tajam itu adalah bisa saja sebuah cara-cara klasik intelijen di masa lalu," kata Fadli dalam diskusi daring, Selasa (8/12/2020).

[see_also]

- https://era.id/nasional/46030/bin-bantah-mata-matai-rizieq-shihab-pakai-mobil-dan-drone

- https://era.id/nasional/46021/laskar-fpi-tewas-ditembak-gerindra-usulkan-bentuk-tim-investigasi-independen

- https://era.id/nasional/46020/pks-minta-bentuk-tim-pencari-fakta-tewasnya-laskar-fpi-apa-kata-istana

[/see_also]

Fadli juga menilai, narasi dari polisi akan gagal dalam waktu dekat. Terlebih setelah adanya narasi tandingan dari pihak FPI atas peristiwa yang menewaskan enam orang anggotanya. Menurut Fadli, narasi yang dibeberkan oleh FPI jauh lebih masuk akal.

Dia mengatakan, ketika narasi dari polisi gagal, akan muncul ketidakpercayaan dari masyarakat terhadap aparat. Lebih parah lagi, masyarakat menjadi percaya bahwa apa yang dilakukan oleh aparat keamanan adalah extra judicial killing.

"Dan ini bisa menciptakan sebuah social movement yang merupakan manifestasi dari public distrust untuk tidak percaya kepada aparat.

Oleh karena itu, kata Fadli, perlu dilakukan upaya-upaya hukum untuk mengusut persitiwa tersebut, termasuk dengan melibatkan Komnas HAM ataupun lembaga-lemaga lainnya.

"Perlu upaya-upaya hukum untuk menciptakan atau menegakan hukum konstitusi kita yang telah dinodai oleh fitnah dan kekejaman ini," tegasnya.

Rekomendasi