Uji Coba Fase II Vaksin Nusantara Butuh 180 Relawan

| 18 Feb 2021 21:05
Uji Coba Fase II Vaksin Nusantara Butuh 180 Relawan
Ilustrasi COVID-19 (Era.id)

ERA.id - Vaksin Nusantara yang saat ini dikerjakan tim peneliti di RSUP dr Kariyadi Semarang memasuki uji coba fase kedua. Pada uji coba fase kedua ini, rencananya vaksin akan disuntikkan pada 180 orang relawan.

Hal ini dikatakan oleh Anggota Tim Peneliti Vaksin Nusantara dr Yetty Movietta Nency, Kamis (18/2). Tim peneliti sudah melakukan screening pada relawan yang akan turut serta dalam uji coba ini.

"Sebenarnya pada tahap kedua ini ada sebanyak 1.000 orang yang mendaftar, tapi yang dibutuhkan hanya 180-an orang," kata Yetty, Kamis (18/2/2021).

Penelitian yang dimulai sejak akhir tahun lalu ini sudah menyelesaikan pengujian tahap pertama. Pada tahap pertama pengujian vaksin nusantara, ada 100 orang yang mendaftar. Namun setelah dilakukan screening, hanya ada sebanyak 27 orang yang lolos screening.

"Tahap pertama sudah, hasilnya terlihat ada peningkatan antibody. Meskipun muncul efek samping seperti keluhan ringan. Dari 27 orang, sebanyak 20 orang mengalami keluhan sistemik seperti mual dan pusing, sedangkan sisanya hanya muncul reaksi lokal seperti bintik merah atau gatal saja," jelasnya.

Pada pemeriksaan tahap pertama, antibodi muncul pada minggu keempat. Antibodi yang muncul pun merupakan antibodi yang baik, artinya antibodi yang khusus untuk Covid-19. 

"Untuk vaksin ini kan yang dimunculkan harus antibodi tertentu yang disesuaikan dengan virusnya. Antibodi yang bagus itu yang spesifik dan jumlahnya cukup banyak untuk memerangi penyakit ini," katanya.

Untuk kriteria relawan yang dibutuhkan, rentan usianya dari 18 tahun hingga 51 tahun. Sedangkan jenis pekerjaannya bisa berasal dari unsur apapun.

"Semakin hetero akan semakin baik. Sebab untuk pengujian vaksin kita memerlukan rentan usia yang beragam dengan jenis pekerjaan beragam," katanya.

Namun untuk pengujian ini memang tidak bisa melibatkan orang dengan penyakit penyerta. Seperti halnya hipertensi, diabetes mellitus (DM) ataupun penyakit kanker.

"Kami juga melakukan screening secara ketat apakah yang bersangkutan pernah terinfeksi penyakit ini atau belum. Prosesnya panjang dan biayanya mahal, untuk screening pun membutuhkan biaya Rp 5 juta. Makanya semua biaya ditanggung dan relawan tidak mengeluarkan biaya apapun," katanya.

Vaksin ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat, meskipun untuk waktu normalnya dibutuhkan lebih dari satu tahun. Namun karena saat ini kondisinya darurat, maka vaksin ini diperkirakan selesai lebih cepat. Termasuk untuk uji coba tahap ketiga, vaksin akan langsung diuji cobakan setelah tahap kedua selesai.

"Untuk tahap ketiga, kita membutuhkan relawan sebanyak 1.600 orang," katanya.

Rekomendasi