Tak Selalu Efisien, Digitalisasi Pendidikan dan Bisnis Perlu Terobosan

Tim Editor

Ilustrasi penggunaan teknologi (Pixabay)

ERA.id - Anggota Komisi I DPR Rizki Sadig menilai penggunaan teknologi untuk pendidikan selama pandemi memerlukan terobosan-terobosan. Sebab minimnya interaksi langsung antara guru dan murid bisa juga menimbulkan kejenuhan. 

"Tentunya mungkin butuh terobosan-terobosan agar kejenuhan, kebosanan ataupun interaksi fisik yang bisa melihat komunikasi langsung, secara langsung melihat kemampuan-kemampuan murid anak didik perlu evaluasi-evaluasi mendalam," katanya dalam diskusi daring, Selasa (23/3/2021).

Tak hanya pendidikan, ia menambahkan bisnis digital dianggap efisien digunakan selama pandemi. Bahkan alat peraga yang dipajang di toko maupun alat bayar dilakukan secara digital.

"Sekarang sudah begitu banyak alat bayar yang tidak menggunakan pembayaran tunai, yang menggunakan alat bayar dengan teknologi digital," katanya.

Menurutnya, penggunaan semua lini kehidupan ini secara digital harus disikapi secara bijak. Sehingga dapat menjadi sesuatu yang produktif. "Yang bisa meningkatkan kemampuan baik dari sisi keilmuan maupun dari sisi praktek," katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Praktisi Bidang Kehumasan dan Komunikasi Publik Freddy Herman meyebutkan tantangan globalisasi yaitu persaingan. Saat ini industri telah menggunakan internet, robot, dan artifisial intelijen. Sehingga profesi digantikan dengan hal tersebut.

"Harus meningkatkan keterampilan literasi dasar literasi, numerasi, riset, digital literasi, literasi keuangan, lalu kompetensi berfikir kritis atau penyelesaian masalah, kreatif, komunikatif, kolaboratif dan karakter keingintahuan, persistensi, inisiatif, adaptif, kepemimpinan, kesadaran sosial budaya," kata Freddy.

Tag: pendidikan bisnis digital

Bagikan: