Jokowi Minta Kepala Daerah yang Baru Terpilih Bekerja Cepat

| 15 Apr 2021 11:51
Jokowi Minta Kepala Daerah yang Baru Terpilih Bekerja Cepat
Presiden Joko Widodo (Dok. BPMI)

ERA.id - Presiden Joko Widodo mendorong para kepala daerah, khususnya yang baru terpilih pada Pilkada 2020 lalu, untuk berani berinovasi dan tidak terjebak pada rutinitas semata. Dia meminta kepala daerah memprioritaskan hasil kinerja.

Jokowi juga mengingatkan bahwa jabatan yang didapat saat ini merupakan tanggung jawab yang besar dan berat.

"Jabatan yang diberikan kepada saudara adalah kehormatan tetapi sekaligus juga sebuah tanggung jawab yang besar, tanggung jawab yang berat. Oleh sebab itu jangan sampai hanya mengikuti prosedur yang ada harus goal-oriented, harus result oriented, orientasinya adalah hasil. harus berani berinovasi bukan sekedar mengikuti rutinitas. hati-hati ini," kata Jokowi dalam pengarahan rapat koordinasi kepala daerah yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (15/4/2021).

Para kepala daerah juga diharapkan bekerja dengan kecepatan tinggi. Kepala daerah, kata dia, tidak boleh hanya puas membaca laporan saja, tapi juga harus turun ke lapangan untuk mengecek kondisi yang sebenarnya.

Menurutnya, kecepatan dan inovasi dari kepala daerah adalah hal-hal yang paling dibutuhkan rakyat saat ini. "Inovasi, kecepatan, ketepatan kebijakan sangat dibutuhkan sekarang ini," tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta para kepala daerah membuat kebijakan dengan skala prioritas terukur. Tujuannya, agar alokasi anggaran daerah bisa dioptimalkan.

Jokowi juga bepesan agar kepala daerah tidak perlu membuat banyak mata anggaran. Semakin sedikit kegiatan yang menjadi prioritas, kata Jokowi, maka akan samkin gampang melihat hasilnya.

"Oleh sebab itu saya titip buat 1, 2, atau 3 saja kegiatan besar yang anggarannya dikonsentrasikan ke sana sehingga hasilnya bisa dilihat, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mewanti-wanti agar anggaran yang ada di daerah diprioritaskan untuk pembangunan alias infrastruktur. Jokowi tak mau anggaran untuk aparatur malah lebih besar dari program pembangunan.

"Prioritaskan yang mana, berikan dua prioritas atau maksimal tiga prioritas anggaran itu konsentrasi kan ke sana 60 persen, sisanya baru diberikan ke unit-unit yang lain.sehingga menjadi jelas saya mau jalan di Kabupaten saya sampai di desa-desa mulus. Ya sudah anggaran konsentrasikan ke sana selama setahun atau dua tahun selesai ganti lagi," pungkasnya.

Rekomendasi