Dikti Rencanakan Kuliah Startup Digital Gaet 100 Ribu Mahasiswa Tahun Depan

Ilustrasi startup digital. (Foto: Headway/Unsplash)

ERA.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tengah merencanakan startup digital menjadi mata kuliah wajib mulai tahun 2022. Tujuannya, untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam membangun startup.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Paristiyanti Nurwardan mengatakan, program tersebut sudah mulai dipersiapkan mulai tahun ini dengan memberikan pelatihan startup kepada dosen yang nantinya akan mengampu mata kuliah tersebut.

"Ditjen Dikti berencana untuk berkolaborasi dengan Kominfo untuk menjadikan Startup Digital sebagai mata kuliah wajib mahasiswa pada tahun 2022," ujar Paris melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Kamis (13/5/2021).

Paris mengatakan, pihaknya menargetkan 100 ribu mahasiswa sudah bisa mengikuti mata kuliah startup digital mulai tahun depan. Nantinya, mahasiswa yang lolos seleksi pengembangan startup akan mendapatkan bimbingan yang intensif.

"Nantinya, tim yang lolos seleksi pengembangan startup (mahasiswa yang mengikuti mata kuliah) akan mendapatkan bimbingan yang lebih intensif agar bertahan jangka panjang serta bisa masuk ke platform Kedaireka atau inkubator bisnis kampus," kata Paris.

Paris menjelaskan, persiapan pembuatan mata kuliah startup digital bakal bekerjasama dengan program bertajuk 1.000 Startup Digital, gerakan yang diluncurkan Kominfo sejak 2019.

"Hal ini tentunya sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar: Kampus Merdeka yang memberi hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studinya namun tetap memperoleh SKS," kata Paris.

Program 1.000 Startup Digital akan dikemas dalam beberapa tahapan yang berguna untuk memberikan wadah bagi setiap pegiat startup untuk bisa belajar sesuai dengan kebutuhan pengetahuan dari tingkat dasar hingga siap untuk dites pasar.

Terdapat enam tahapan untuk para startup founder, yaitu:

  1. Ignition, seminar daring yang memberikan pemahaman dari para pelaku dan regulator industri startup;
  2. Networking, kegiatan berjenjang dengan peserta lainnya di daerah masing-masing;
  3. Workshop, pembekalan pengetahuan teknis dan nonteknis membangun startup dari ide hingga launching;
  4. Hacksprint, aktivitas brainstorming ide hingga menjadi produk minimum siap uji yang akan berlangsung selama 3 hari secara online dan offline bersama mitra coworking di masing-masing kota;
  5. Bootcamp, melakukan validasi customer dengan bimbingan mentor program, UX, dan bisnis melalui video response; dan
  6. Incubation, 1-on-1 mentoring bersama dedicated mentor dan akselerasi 1 key metric utama selama 4 minggu.
 
 

 

 

Tag: kemendikbud Kemenristekdikti Mata kuliah Startup Digital

Bagikan: