Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Kemenkes: Vaksin Harus Sekarang!

Dokumen: Antrean vaksinasi Covid-19 di Wisma Atlet. (Foto: ANTARA)

ERA.id - Presiden Joko Widodo memohon kepada masyarakat untuk tak ragu dan segera melakukan vaksinasi serta tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan di tengah lonjokan kasus COVID-19 seperti saat ini.

Juru bicara vaksin COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, vaksinasi penting dilakukan di tengah situasi kritis saat ini karena vaksin merupakan salah satu upaya prefentif untuk melindungi diri.

"Vaksin adalah salah satu upaya prevenitif. Vaksin harus sekarang," tegas Nadia dalam konferensi pers daring, Kamis (24/6/2021).

Nadia menjelaskan, vaksin memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah menyiapkan tubuh kita untuk memiliki sel memori, sehingga saat terpapar COVID-19 tubuh kita sudah memiliki pertahanan untuk melawan dengan menetralisir antigen dari virus Corona. Dampaknya, gejala dan penularannya akan semakin turun.

Lebih lanjut, Nadia juga memastikan bahwa seluruh vaksin COVID-19 yang dimiliki pemerintah Indonesia saat ini sudah mendapatkan sertifikasi Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sehingga aman untuk digunakan. Adapun vaksin yang digunakan antara lain adalah Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

"Sehingga vaksin yang ada sekarang adalah vaksin yang harus kita terima karena akan memberikan perlindungan kepada kita," kata Nadia.

Penularan Masih Sangat Tinggi

Meskipun sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19, Nadia mengatakan, masyarakat tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebab, sebelum program vaksinasi mencapai 70 persen dari jumlah penduduk, maka kekebalan kelompok atau herd immunity belum terbentuk.

Sementara saat ini, kata Nadia, laju penularan masih sangat tinggi dan varian-varian baru COVID-19 terus bermunculan. "Jadi ini mengapa kemudian kita harus menjalankan protokol kesehatan," katanya.

Nadia menegaskan, dengan vaksinasi dan tetap menjalankan protokol kesehatan maka kita akan memiliki perlindungan ganda untuk mengadapi pandemi COVID-19.

"Kita masih membutuhkan waktu untuk mencapai kekebalan kelompok. Sehingga, vaksinasi plus protokol kesehatan adalah perlindungan berganda untuk kita mengadapi pandemi, dan tentunya menghadapi varian-varian baru virus COVID-19," kata Nadia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memohon kepada masyarakat untuk  tidak ragu untuk divaksinasi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, vaksinasi tidak pernah dilarang oleh agama apa pun, karenanya jika ada kesempatan warga untuk vaksinasi maka jangan disia-siakan.

Adapun vaksinasi merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menangani pandemi COVID-19. Dengan vaksinasi, diharapkan dapat menciptkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Jika sudah ada kesempatan mendapatkan vaksin segera ambil, jangan ada yang menolak karena agama apa pun tidak ada yang melarang vaksin. Ini demi keselamatan kita. Vaksinasi adalah upaya yang terbaik yang tersedia saat ini," kata Jokowi dalam keterangan pers, Rabu (23/6/2021).

Tag: kemenkes vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi WHO

Bagikan: