HMI Serukan Revolusi Turunkan Jokowi, Ferdinand: Minum Air Putih, Jangan Pipis Onta, Bikin Malu

| 30 Jun 2021 10:54
HMI Serukan Revolusi Turunkan Jokowi, Ferdinand: Minum Air Putih, Jangan Pipis Onta, Bikin Malu
Poster HMI

ERA.id - Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Affandi Ismail, menyerukan Indonesia untuk melakukan revolusi di tahun 2021 ini.

Seruan itu sendiri bertujuan untuk mengajak masyarakat agar objektif dan independen dalam melihat situasi bangsa dan negara yang menurutnya sedang mengalami keterpurukan multidimensi.

Ia menilai bahwa keterpurukan itu ditandai dengan utang luar negeri yang telah mencapai Rp6.500 triliun, hingga kemiskinan kian meningkat serta pendidikan yang dianggapnya tidak jelas.

“HMI bersama rakyat memanggil revolusi Indonesia 2021. Jokowi harus turun. Rakyat berdaulat bentuk pemerintahan sementara. Selamatkan demokrasi Indonesia untuk Indonesia menang,” demikian bunyi tulisan dalam poster itu yang dilihat pada Selasa (29/6).

Affandhy Ismail juga menjelaskan bahwa seruan revolusi untuk menyelamatkan NKRI dari oligarki kekuasaan.

“Selamatkan NKRI dari penjajahan oligarki politik konglemerasi asing dan aseng demi kesejahteraan rakyat indonesia,” katanya.

Affandhy Ismail juga menyatakan dukungan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang menyebut Presiden Jokowi The King Of Lip Service.

“Soal label Jokowi sebagai King of Lips Service saya kira itu bisa dibenarkan dengan melihat dan merasakan banyaknya janji-janji politik Jokowi yang sampai saat belum mampu direalisasikan oleh Jokowi, padahal saat ini adalah periode ke dua Jokowi menjadi presiden RI,” ucap Affandhy.

Dia menilai, persoalan multi dimensi yang tengah dihadapi oleh bangsa ini semakin memperjelas kegagalan Jokowi sebagai presiden RI setelah memimpin Negara ini lebih kurang tujuh tahun.

“Terutama jika kita melihat masa depan pendidikan, ekonomi, hukum dan kesehatan bangsa kita yang semakin terpuruk dengan salah satu indikasinya adalah di bidang ekonomi yaitu hutang luar negeri yang semakin meroket,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerhati sosial politik, Ferdinand Hutahaean ikut berkomentar soal seruan revolusi HMI.

Ferdinand menilai bahwa ajakan revolusi itu seperti sebuah petasan yang tidak punya pengaruh apa-apa, hanya terdengar berisik. Tidak hanya itu, dia menyebut Affandhy Ismail bocah yang jadi boneka.

“Soal ajakan revolusi dari Ketua HMI itu sebetulnya hanya sebuah petasan yang dibeli bapaknya dan disuruh dimainkan sama anaknya. Petasan cabe yang cuma bunyinya saja riuh tapi tak menghasilkan apa-apa. Bapaknya siapa? Tak perlu saya jelaskan semua tau. Cuma kasihan bocah itu, jadi boneka saja bangga,” ujar Ferdinand di akun Twitter-nya, Rabu (30/6/2021).

Menurut Ferdinand, ajakan revolusi dari HMI tersebut memalukan.

“Bagi siapapun yang bisa nyampein ke orang ini, tolong sampein ke dia suruh gosok gigi dulu sebelum ngomong. Atau suruh kumur-kumur dulu sebelum bicara. Setelah itu minum air putih, jangan pipis onta biar otaknya berfungsi normal dan wajar. Bikin malu aja,” ucap Ferdinand.

“Soal ajakan revolusi, di negeri ini bukan hal baru sejak Jokowi jadi Presiden. Lihat nama-nama besar yang bicara revolusi dari tokoh-tokoh oposisi plastik. Tapi hingga sekarang tak ada yang jalan. Kenapa? Karena ajakan revolusi itu hanya dibibir segelintir kaum sakit hati politik , tapi riuh pakai toa,” katanya.

Rekomendasi