COVID-19 di RI Tidak Terkendali? Luhut: Sangat Tidak Benar

| 06 Jul 2021 16:14
COVID-19 di RI Tidak Terkendali? Luhut: Sangat Tidak Benar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: maritim.go.id)

ERA.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui banyak masalah yang terjadi selama pandemi COVID-19.

Namun, dia menepis anggapan pemerintah tak mampu mengendalikan kondisi saat ini.

Pemerintah terus berupaya untuk mengurai dan menyelesaikan masalah yang ada satu per satu, sehingga pandemi COVID-19 bisa ditangani dengan baik.

"Kalau ada yang bilang ini (pandemi COVID-19) tidak terkendali sangat tidak benar. Bahwa ada masalah, sangat banyak masalah. Tapi masalah itu satu per satu kami selesaikan dengan baik," tegas Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7/2021).

Dia mengatakan, pemerintah telah membuat berbagai macam skenario bahkan sampai yang terburuk apabila lonjakan kasus COVID-19 menyentuh angka di atas 40 ribu kasus per hari.

Salah satunya dengan menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Diharapkan, dengan adanya PPKM Darurat ini mampu mengatasi mobilitas penduduk yang berkorelasi erat dengan peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air.

"Kalau anda lihat sudah terjadi penurunan mobilitas, namun masih jauh dari yang kita harapkan," kata Luhut.

Selain itu, pemerintah juga melakukan berbagai antisipasi untuk memastikan persedian obat dan oksigen medis, serta fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit tercukupi untuk diberikan kepada pasien COVID-19.

Untuk oksigen medis misalnya, Luhut mengaku sudah membuat rencana bila peningkatan kasus COVID-19 menyentuh 50 ribu hingga 70 ribu kasus per hari. Pemerintah, memastikan seluruh produksi okesigen saat ini 100 persen akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan medis.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah memesan 10 ribu oksigen konsentrator dari Singapura. Nantinya, oksigen konsentrator tersebut khusus digunakan oleh pasien COVID-19 dengan gejala ringan.

"Oksigen sampai hari ini kami hitung, sudah dibuat skenario oleh itu itu bisa sampai 5 ribu, mungkin paling jelek kita sudah bikin sampai 60-70 ribu kasus per hari. Tapi kita harap itu tidak terjadi," kata Luhut.

Kemudian, untuk fasilitas layanan kesehatan, pemerintah juga terus menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 hingga membuka sejumlah gedung seperti Wima Asrama Haji di Podok Gede dan Rusun di Pasar Rumput, Jakarta untuk menampung pasien-pasien COVID-19.

"Sementara itu TNI-Polri sudah menggelar rumah sakit Darurat yang mereka punya di Jakarta maupun nanti di Surabaya. Jadi semua kekuatan kita kerahkan," kata Luhut.

"Jadi jangan ada yang underestimate bahwa Indonesia ini tidak bisa mengatasi. Masalah sampai hari ini, yes (ada masalah). Tapi bisa kita atasi," pungkasnya.

Rekomendasi