Waspada Indikasi Kenaikan Kasus Covid-19, Luhut: Bukan Bikin Panik Tapi Lebih Taat Prokes

Tim Editor

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Antara)

ERA.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, terjadi mobilitas masyarakat yang cukup signifkan belakangan ini. Mobilitas masyarakat itu diketahui dari survei Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat.

"Mobilitas masyarakat sudah cukup signifikan dibandingkan data pada periode Nataru 2020 dan mendekati periode Libur Idul Fitri 2021," kata dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/11/2021).

Oleh karenanya, masyarakat diimbau berhati-hati karena dapat menyebabkan lonjakan kasus Covid-19, terutama menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru 2021.


Luhut menegaskan, indikasi lonjakan kasus Covid-19 ini bukan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, melainkan untuk kembali mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan meningkatkan 3T (tracing, testing, treatment).

"Kemungkinan ini harus dijadikan sebagai pengingat untuk lebih taat protokol kesehatan dan 3T, bukan untuk menimbulkan kepanikan," tegas Luhut.

Lebih lanjut, Luhut meminta masyarakat tak perlu panik sebab cakupan vaksinasi Covid-19 sudah mencapai di atas 60 persen dan jumlah testing dan tracing sudah lebih tinggi dibandingkan pada November 2020. Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

"Saat ini, jumlah testing dan tracing kita pun sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bulan November tahun lalu. Tingkat vaksinasi kita juga sudah di atas 60 persen dibandingkan dengan tahun 2020 di saat program vaksinasi belum berjalan," kata Luhut.

Terkait adanya varian baru Covid-19 yaitu Varian Omicron, pemerintah telah mengambil langkah-langkah kebijakan yang dan akan terus mengevaluasi kebijakan setiap saat untuk meminimalisasi dampak dari masuknya varian baru ini.

Adapun langkah yang diambil pemerintah yaitu memperketat pintu masuk internasional dan melarang orang asing yang berasal maupun pernah singgah di Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong dalam kurun waktu 14 hari sebelum memasuki wilayah Indonesia.

Menurut Luhut, Varian Omicron yang telah menyebar di beberapa negara, seperti Afrika Selatan, Botswana, Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia, dan Hong Kong.

"Kita hanya perlu waspada dan berjaga-jaga dengan kembali mengetatkan penerapan protokol kesehatan yang sudah mulai terlihat abai ini," pungkasnya.

Tag: luhut pandjaitan covid-19 COVID-19 Varian Omicron

Bagikan: