Pakar UGM Jelaskan Urgensi Vaksinasi Booster Covid-19 untuk Hadapi Omicron

| 22 Dec 2021 12:30
Pakar UGM Jelaskan Urgensi Vaksinasi Booster Covid-19 untuk Hadapi Omicron
Ilustrasi vaksin covid-19 (Dok. Antara)

ERA.id - Pakar mikrobiologi klinik Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D, Sp.MK., mendorong pemberian vaksin booster. Hal itu seiring merebaknya varian Omicron.

Beberapa laporan sementara menunjukkan bahwa varian Omicron lebih menular daripada varian lainnya. Namun menurut laporan mingguan WHO terakhir (14/12) belum dapat disimpulkan bahwa SARS-CoV-2 varian Omicron lebih mudah ditularkan.

"Belum bisa disimpulkan Omicron lebih menular dibanding varian yang lain karena belum ada bukti langsung tentang hal itu," ujar Tri Wibawa, di kampus UGM, dikutip Rabu (22/12/2021).

Hal sama juga menyangkut soal vaksin. Menurut Tri Wibawa tentang kemungkinan vaksin yang sudah tersedia apakah mampu melindungi dari varian omicron belum dapat disimpulkan. Berdasarkan beberapa laporan yang ada juga belum dapat disimpulkan.

"Meskipun sudah terdapat beberapa laporan adanya penurunan efikasi vaksin dan kemampuan netralisasi antibody untuk beberapa vaksin yang telah diteliti," ucapnya.

Oleh karena itu, kata Tri, pemberian vaksin booster penting untuk dilakukan. Menurutnya, secara umum imunitas seseorang dapat menurun setelah beberapa waktu pasca infeksi natural maupun vaksinasi COVID-19.

Selain itu, dengan pemberian booster diharapkan dapat meningkatkan kembali efikasi vaksin yang telah dilakukan, sekaligus dalam rangka menghadapi infeksi varian omicron.

Virus Omicron memiliki 50 mutasi yang 30 diantaranya terdapat pada gen yang mengkode protein S. Separuh dari mutasi yang ada pada gen pengkode protein S ini terdapat pada daerah Receptor Binding Domain (RBD) tempat virus berinteraksi dengan reseptor ACE2 pada sel target.

“Mutasi ini ada yang sudah dijumpai pada varian sebelumnya, ada yang baru hanya pada omicron saja," jelasnya.

Tri Wibawa berharap kewaspadaan semua pihak untuk mengurangi penularan. Terlebih di saat menjelang Natal dan Tahun Baru untuk menghindari bepergian ke daerah yang banyak ditemukan varian Omicron.

Lebih dari itu, diharapkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, yaitu mengurangi mobilitas, jaga jarak, hindari kerumunan, gunakan masker, dan sering cuci tangan.

“Kita berharap masyarakat tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan dengan optimal dan vaksinasi merupakan upaya yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas terhadap varian Omicron," tuturnya.

Rekomendasi