Din Syamsuddin Deklarasikan Partai Pelita, Bakal Jadi 'Kendaraan Politik' Gatot Nurmantyo Nyapres?

| 28 Feb 2022 14:43
Din Syamsuddin Deklarasikan Partai Pelita, Bakal Jadi 'Kendaraan Politik' Gatot Nurmantyo Nyapres?
Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo. (Foto: Antara)

ERA.id - Din Syamsuddin mendeklarasikan Partai Pelita di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/2/2022). Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu lokasi deklarasi tersebut dipilih karena merupakan lokasi bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Din belum banyak memberikan pernyataan usai pelaksanaan deklarasi. Namun, ia berjanji akan memberikan keterangan pers saat perkenalan pengurus di salah satu hotel di Jakarta Barat.

"Nanti akan ada beberapa tokoh yang kami undang," ujarnya.

Untuk diketahui, Partai Pelita merupakan partai politik yang telah mengantongi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM. Jabatan ketua umum partai dipegang Beni Pramula, mantan ketua umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Banyak yang menduga bahwa kehadiran Partai Pelita bakal jadi kendaraan poltik mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo untuk maju di Pilpres 2024.

Terlebih keduanya pernah sama-sama pernah mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2020).

KAMI sendiri dibentuk karena keprihatinan pada kondisi politik, sosial, dan ekonomi Indonesia. Dalam deklarasi KAMI ada delapan poin tuntutan untuk pemerintah, yang salah satunya menuntut pemerintah menegakkan penyelenggaraan dan pengelolaan negara sesuai dengan semangat UUD 45.

Namun, kehadiran Partai Pelita sebagai kendaraan politik Gatot di Pilpres 2024 dibantah oleh pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Zaki Mubarak. Menurut dia, hal itu tidak mungkin karena sama saja memunculkan 'matahari kembar' di tubuh Partai Pelita.

"Karena keduanya sama-sama pengin jadi presiden," ujar Zaki dilansir dari Warta Ekonomi, Rabu (23/2).

Zaki juga menduga bahwa Din Syamsuddin akan menggunakan Partai Pelita sebagai kendaraannya untuk maju di pilpres. "Namun, dengan syarat tiba-tiba aturan dirubah, diperbolehkan ada calon independen," tambah dia.

Ia juga menilai bahwa saat ini Gatot Nurmantyo yang tidak punya parpol mungkin saja akan terus menunggu untuk dipinang. Meski begitu, ia menyebut Gatot akan sulit mendapat pinangan dari parpol karena para ketum parpol juga berlomba-lomba untuk maju sebagai capres dari partainya sendiri.

"Jadi, menurut saya Pak Gatot tidak usah berharap," ucapnya.

Zaki lantas menyarankan agar Gatot Nurmantyo tetap menjadi oposisi di pemerintahan.

Tags :
Rekomendasi