Anggota DPR Cecar Calon Petinggi OJK Soal Jiwasraya dan Influencer Saham, Begini Jawabannya

| 07 Apr 2022 12:29
Anggota DPR Cecar Calon Petinggi OJK Soal Jiwasraya dan Influencer Saham, Begini Jawabannya
Calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027, Inarno Djajadi (Antara)

ERA.id - Anggota Komisi XI DPR mencecar Calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027 Inarno Djajadi.

Inarno dicecar soal soal aksi goreng saham dan fenomena influencer saham dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan menilai, kasus asuransi Jiwasraya itu dasar mulanya adalah dari persoalan penggorengan saham, sehingga menciptakan kerugian lebih dari Rp10 triliun dan merugikan masyarakat.

"Bagaimana Anda mengatasi ini, supaya mungkin tidak bisa hilang sama sekali, tapi harus kita minimize?" ujar Marwan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/4/2022).

Inarno mengatakan, fenomena goreng saham mirip dengan mengatasi kejahatan. Walaupun polisi ada di mana-mana, tetapi kejahatan tetap saja ada.

Menurut Inarno, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) harus betul-betul memerhatikan sejak awal kualitas calon emiten yang akan melantai di bursa.

"Biasanya saham-saham gorengan itu adalah saham-saham yang fundamentalnya kurang baik. Oleh karena itu, inisiatif ke depan dari sisi adherence-nya kita harus lebih hati-hati dan dari sisi pengawasan di secondary kita juga harus hati-hati," kata Inarno.

Sementara itu, terkait influencer saham yang semakin marak sejak pandemi COVID-19, Inarno mengatakan fenomena tersebut juga tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara maju seperti Amerika Serikat.

Inarno yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama BEI menyampaikan, salah satu upaya bursa merespons hal tersebut yaitu melalui influencer incubator di mana para influencer, termasuk artis-artis, diberikan edukasi mengenai pasar modal.

"Kami berikan do and don't-nya kepada mereka dan ini sudah cukup banyak yang ikut dengan kami. Kita tetap butuh influencer untuk melakukan sosialisasi dan edukasi, tapi tetap terkendali," ujar Inarno.

Inarno Djajadi menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Juni 2018. Ia memulai karier di bidang pasar modal sejak 1991.

Sebelumnya Inarno menjabat sebagai Treasury Officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas (1989-1991), Direktur PT Aspac Uppindo Sekuritas (1991-1997), Direktur PT Mitra Duta Sekuritas (1997-1999), Direktur PT Widari Sekuritas (1999-1999), dan Direktur Utama PT Madani Sekuritas (2000-2003).

Inarno juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama dan kemudian Komisaris serta Komisaris Utama PT KPEI (2003-2016), Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities (2013-2014), Komisaris Utama PT CIMB Niaga Securities (2014-2017), serta Komisaris BEI (2017-2018).

Ia juga memiliki pengalaman di berbagai organisasi sepanjang karirnya, termasuk sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) (1992-1994), anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia (2017-2020), dan saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya) sejak 2020. Inarno memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1981.

Dalam fit and proper test, Inarno akan bersaing dengan Doddy Zulverdi untuk memperebutkan posisi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK periode 2022-2027. Doddy sendiri saat ini menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara.

Rekomendasi