Tanggapi Peluang Koalisi Indonesia Bersatu Usung Ganjar Hingga Anies di Pilpres 2024, PAN: Bisa!

| 05 Jun 2022 07:13
Tanggapi Peluang Koalisi Indonesia Bersatu Usung Ganjar Hingga Anies di Pilpres 2024, PAN: Bisa!
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Antara)

ERA.id - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih membuka terbuka untuk menampung tokoh-tokoh untuk menjadi calon presiden (capres) 2024, baik dari dalam maupun luar partai politik KIB.

"Saat ini kita memang belum berbicara di tahap siapa-siapa calonnya, semua pihak memiliki kesempatan yang sama," kata Zulkifli dalam pidatonya di acara Silaturahmi Nasional KIB di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (4/6/2022).

Zulkifli lantas menyinggung adanya kabar yang menyebut bahwa KIB dibentuk untuk mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut Zulkifli, peluang KIB mengusung Ganjar maupun Anies juga masih terbuka lebar. Sebab memang KIB belum memutuskan siapa capres yang akan diusung di Pilpres 2024.

"Jangan-jangan ini koalisi untuk Pak Ganjar? Oh bisa juga. Ada lagi yang tanya, jangan-jangan ini koalisi untuk Anies? Bisa juga. Kok semua bisa? Karena kami memang belum membicarakan soal capres-cawapres," kata Zulkifli.

Selain tokoh dari luar, KIB juga terbuka menerima figur capres dari dalam partai politik koalisi. Zulkifli lantas mempersilakan apabila Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto dan Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa apabila ingin menjadi kandidat.

Menurutnya, dua ketua umum partai itu cukup layak menjadi capres. Termasuk juga kader dari PAN.

"Pak Airlangga mau jadi capres, saya jawab layak dan patas. Ketua partai pemenang nomor dua Pak Airlangga layak jadi capres, Pak Suharso Ketua Umum PPP ditanya layak juga jadi capres atau cawapres. Begitu juga PAN," papar Zulkifli.

Meski begitu, Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan bahwa KIB sudah memiliki rencana untuk mendorong munculnya tiga pasangan calon (paslon) untuk Pilpres 2024.

"Kita mendorong agar sekurang-kurangnya ada tiga calon ada pada Pilpres mendatang," pungkasnya.

Rekomendasi