Hujan Meteor Eta Aquarid, Fenomena Alam Tahunan yang Dapat Anda Saksikan

| 06 May 2024 21:30
Hujan Meteor Eta Aquarid, Fenomena Alam Tahunan yang Dapat Anda Saksikan
Ilustrasi (Pixabay)

ERA.id - Hujan meteor Eta Aquarids merupakan sebuah fenomena alam yang puncaknya terjadi pada awal bulan Mei setiap tahunnya. Hujan meteor Eta Aquarid 2024 aktif antara tanggal 15 April hingga 27 Mei, dan puncaknya terjadi pada malam tanggal 5 Mei dan 6 Mei.

Mengutip laman NASA, meteor Eta Aquarid menjadi pusat perhatian karena kecepatannya yang bergerak sekitar 66 kilometer per detik menuju atmosfer bumi. Meteor yang cepat ini akan menyisakan jejak-jejak yang bersinar atau puing-puing pijar yang berlangsung selama beberapa detik hingga menit. Pada umumnya, ada sebanyak kurang lebih 30 meteor Eta Aquarid yang bisa disaksikan per jam pada puncak fenomenanya.

Hujan Meteor Eta Aquarid Berasal dari Mana?

Kira-kira, dari mana asalnya hujan meteor Eta Aquarids? Masih menurut NASA, Potongan benda luar angkasa yang berinteraksi dengan atmosfer dan memunculkan fenomena hujan meteor Eta Aquarids tersebut sebenarnya berasal dari komet 1P/Halley. Setiap kali komet Halley kembali ke tata surya bagian dalam, intinya akan melepaskan lapisan es dan batu menuju luar angkasa.

Meteor Eta Aquarids berasal dari partikel sisa komet dan pecahan asteroid tersebut selanjutnya mengelilingi Matahari, dan meninggalkan jejak berdebu di belakangnya. Setiap tahunnya, Bumi melewati jejak puing-puing tersebut, sehingga memungkinkan serpihan tersebut beradu dengan atmosfer dan hancur sehingga menimbulkan garis-garis api dengan beragam warna di langit. Butiran debu tersebut pada akhirnya menjadi Eta Aquarids pada bulan Mei dan Orionid pada bulan Oktober jika bertumbur dengan atmosfer bumi.

Ilustrasi hujan meteor (Photo by Fernando Rodrigues on Unsplash)

Bagaimana caranya menyaksikan hujan meteor Eta Aquarids?

Bagi Anda yang ingin menyaksikan hujan meteor Eta Aquarids dengan lancar dan terang, bisa mencari lokasi yang paling gelap, atau tempat yang berlokasi jauh dari lampu kota atau lampu jalan. Mengutip laman Space.com, Anda bisa melihat fenomena hujan meteor Eta Aquarids pada pukul 02.00 waktu setempat. Sejak jam tersebut, lajunya akan terus meningkat sampai subuh. Anda juga sebaiknya tidak menggunakan ponsel dan matikan senter agar penglihatan malam Anda terjaga.

Anda juga tidak perlu menggunakan peralatan khusus, misalnya teleskop atau teropong, sebab Anda bisa mengamati langit dengan waktu setidaknya 30 menit agar mata Anda menyesuaikan diri dengan kegelapan. Pada dini hari, Eta Aquarids dapat disaksikan di belahan bumi utara dan selatan. Namun, sisi terbaik untuk menyaksikannya yaitu ada di belahan Bumi Selatan.

Belahan bumi utara hanya mempunyai kecepatan sebanyak kurang lebih 10 meteor per jam, sebab lokasi pengamatan pancaran cahaya dilakukan dari garis lintang yang berbeda.

Konstelasi Aquarius – rumah bagi pancaran sinar Eta Aquarids – berlokasi lebih tinggi di langit belahan Bumi Selatan daripada di belahan Bumi Utara. Setelah Anda menemukan lokasi yang pas, Anda bisa berbaring dengan kaki menghadap ke timur dan pandangan ke arah atas.

Setelah kurang lebih 30 menit berdiam diri dalam kegelapan, mata Anda akan beradaptasi dan Anda pun akan mulai menyaksikan meteor. Persiapkan waktu Anda sebaik mungkin, karena fenomena hujan meteor Eta Aquarids akan Anda saksikan hingga waktu subuh tiba.

Itulah ulasan tentang hujan meteor Eta Aquarids, bagi Anda yang ingin menyaksikan fenomena alam yang dahsyat ini, dapat melakukan saran-saran teknis di atas.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…

Rekomendasi