Cegah Karhutla, Satgas Mulai Deteksi Dini Titik Api

| 28 Jul 2020 10:28
Cegah Karhutla, Satgas Mulai Deteksi Dini Titik Api
Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji dan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza (Dok. Antaranews)

ERA.id - Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji mengatakan, satuan tugas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dimaksimalkan untuk mencegah agar tidak terjadi kabut asap akibat kebakaran di wilayah Sumatera. Ia berharap adanya kemarau basah pada 2020.

"Satgas saat ini sudah melaksanakan pencegahan antara lain melaksanakan sosialisasi termasuk di Kabupaten Musi Banyuasin," kata Danrem dalam keterangan resminya di Palembang dikutip dari Antaranews, Selasa (28/7/2020).

Ia tak ingin karhutla menimbulkan kabut asap seperti tahun 2015. Karena itu, timnya langsung ke lapangan untuk mengecek titik api supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Mereka juga memantau melalui satelit untuk melihat perkembangan titik panas yang ada di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Apalagi satelit LAPAN sudah bisa mendeteksi titik api yang terjadi di wilayah Sumsel sehingga bisa langsung dimonitor dan diupayakan pemadaman agar tak terjadi karhutla.

Ia menambahkan Babinsa, Babinkantibmas, dan Kepala Desa dapat dihubungi bila terjadi Karhutla. Sehingga pencegahan secara dini dapat maksimal.

Baca juga: Terancam Kena Perampingan, BRG Bicara Soal Ancaman Kebakaran Hutan

Sementara Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan, terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan Pemkab Musi Banyuasin sudah menyiapkan alokasi anggaran tahun 2020. Pemkab juga telah membangun infrastruktur di daerah yang rawan Karhutla seperti pembangunan jembatan di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, yang diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga dan juga mobilisasi pada saat penanganan kebakaran.

Selain itu Pemkab Musi Banyuasin selalu bersinergi dengan jajaran Kodim 0401/Muba, dan mengedepankan kerja sama dalam berbagai macam bidang, termasuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Bahkan, lanjut dia, dimana pada tahun lalu Pemkab Musi Banyuasin menganggarkan dengan jumlah anggaran terbesar untuk TMMD jajaran Kodam II Sriwijaya. Bila COVID-19 tak ada, ia berharap agar anggaran untuk TMMD dilipat gandakan sehingga jadi terbesar di Indonesia, "Mudah-mudahan tahun depan bisa," tambah bupati.

Tags : karhutla
Rekomendasi