Inspirasi Budidaya Lele dari Mantan Buruh Pabrik

Tim Editor

Bena Kurnia (Iman Herdiana/era.id)

Bandung, era.id – Pernah bekerja serabutan mulai tukang jaring ikan di waduk Saguling, menjadi penjahit, sampai buruh pabrik, kini Bena Kurnia mantap berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). Bena usaha budidaya ikan lele, dari bibit hingga dijual ke tukang pecel lele atau restoran. 

Bena pun kini menjadi satu dari sekian petani ikan lele yang memasok berbagai usaha kuliner yang menggunakan bahan dasar lele di Bandung.

Bena mulai bisnis lelenya sejak awal 2018. Ia membesarkan ikan lelenya dengan metode kolam terpal. Ia mengawali usahanya hanya dengan 3 kolam terpal. Kini jumlah kolamnya sudah 13 kolam yang terhampar di sawah Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Dengan jumlah 13 kolam dalam kurun dua tahun, bisnis lele Bena bisa dibilang berkembang pesat. Dalam dua minggu, ia biasa memanen 1,5 kuintal ikan lele berukuran sedang untuk didistribusikan ke warung pecel lele, restoran, bahkan instansi milik TNI. 

Namun, merintis budidaya lele bukan tanpa rintangan. Bena harus mendapat modal awal untuk membeli terpal, bibit, pakan, obat-obatan dan sewa lahan. Waktu itu ia harus menjaminkan Akta Jual Beli tanah orang tuanya ke bank, dan berhasil mendapat pinjaman Rp10 juta.

Selain itu, pada penanaman pertama ia juga mengalami gagal panen. Waktu itu ia menanam 15.000 bibit, namun 5.000 di antaranya mati karena ada masalah saat perawatan. Setelah belajar dari kegagalan, perlahan tapi pasti bisnis lelenya membuahkan hasil. “Sekarang alhamdulillah Rp10 juta modal awal pinjaman ke bank sudah ketutup. Alhamdulillah, malah kolam juga nambah,” katanya. 

Untuk mendapatkan keterampilan budidaya ikan air tawar itu, Bena mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang. Dari pelatihan ini, Bena dan kelompoknya mendapat bantuan pakan, bibit, dan terpal. 

“Sejak pelatihan saya semakin semangat. Sekarang keseluruhan ada 13 kolam, mudah-mudahan terus bertambah,” katanya, saat ditemui di lokasi budidayanya, baru-baru ini.

Bena mantap menjalankan bisnisnya ini meski harus jatuh bangun. Sebelumnya, pria 32 tahun terakhir bekerja sebagai buruh pabrik garmen. “Ke pabrik garmen 3 tahun, saya keluar karena jenuh,” katanya.

Kini dengan bisnis lele, ia merasa mendapat tantangan. Sebab peluang bisnis lele menjanjikan. “Lele dibutuhkan banyak pengusaha kuliner. Permintaan bandar juga banyak,” katanya. 

Banyak sekali orang yang gemar makan ikan bergizi tinggi itu. Apalagi daging lele kini dibuat sebagai bahan berbagai panganan.

Tag: muda bicara

Bagikan: