Apa Fungsi Black Box dan Bagaimana Kekuatannya Terhadap Benturan? Ini Jawabannya!

Tim Editor

Ilustrasi black box yang sudah dibelah (YouTube Whats Inside)

ERA.id - Black box atau 'kotak hitam' di pesawat menjadi salah satu hal yang paling penting, jika peristiwa nahas terjadi. Seperti pada tragedi Sriwijaya Air SJ182, yang kini masih dicari black box-nya.

Sebenarnya, apa fungsi black box itu dan bagaimana kekuatannya terhadap benturan yang berpotensi merusaknya? Dari channel Youtube 'What's Inside?' yang dibuat oleh pasangan ayah dan anak bernama Dan serta Lincoln, di sana mereka menjelaskan soal black box.

Video yang diunggah pada 29 Juni 2016 itu memperlihatkan, keduanya tengah berusaha untuk membelah kotak hitam dari pesawat Mirage 2000. "Kami terkejut kotak hitam mampu menahan kerusakan hingga 3.400 G Force dan panas hingga 1.800 derajat Fahrenheit atau sekitar 16.7778 derajat Celcius," tulis mereka dalam caption channel YouTubenya, Jumat (2/11/2018) lalu.

Dalam video tersebut, mereka tampak melemparkan black box dari ketinggian 500 kaki atau sekitar 150 meter dengan menggunakan helikopter.

Uji coba pertama mereka melemparkan sebuah semangka yang telah dipasangi kamera yang kemudian dijatuhkan ke permukaan bebatuan untuk mengukur dampak kerusakan yang ditimbulkan. Semangka itu pecah berhamburan.

Lalu keduanya mencoba menjatuhkan black box ke permukaan tanah berbatu. Dan sesuai dugaan keduanya, black box tak mengalami kerusakan berarti setelah jatuh dari ketinggain 500 kaki.

Setelahnya, mereka mencoba membelah black box dengan miter saw. Saat itu, mereka tampak kesulitan karena bagian kotak hitam bertuliskan 'Flight Recorder do not open' itu dilapisi dengan logam tebal yang sulit dibelah, namun bukan berarti black box itu tak bisa terbelah.

Setelah terbelah, tampak isi dari 'kotak hitam' yang terdiri dari beberapa lapisan. Di bagian terluar, ada lapisan logam tebal, di lapisan kedua ada pelindung lagi entah berbahan apa, warnanya abu-abu. Intinya, kedua lapisan itu bertugas untuk melindungi sirkuit yang ada di dalam black box.

Lalu apa isi dalam black box itu? Ternyata ada chip yang terpasang di dalam dua lapisan kuat itu, yang berfungsi sebagai media penyimpanan.

Black box sendiri terbagi menjadi dua bagian yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (VCR). FDR bertugas untuk menyimpan parameter penerbangan selama 25 jam sebelum ditimpa dengan rekaman baru. Informasi tersebut meliputi kecepatan, ketinggian, waktu, hingga arah pesawat.

Sedangkan VCR menyimpan percakapan antara pilot kepada krunya atau menara pengawas. Periode rekamannya selama dua jam, dan setelahnya ia akan terus merekam ulang dengan sendirinya dan menimpa data sebelumnya. Inilah fungsi dari black box itu.

Bagaimana ketahanan black box secara lebih spesifik? Ternyata, black box tahan terhadap panas, air, maupun tekanan. Hal tersebut tak mengherankan, mengingat kecelakaan pesawat tidak kenal medan, baik itu di daratan berbatu maupun laut.

Black box dibekali material titanium atau stainless steel yang dibuat dua lapis. Bagian yang melindungi komponen-komponen penting di dalamnya bahkan diklaim bisa tahan tekanan sampai 3.400 G. Material pelindung black box juga tahan ditimpa beban ratusan kilogram dari ketinggian 3 meter. Selain itu, pelindungnya juga tahan panas sekitar ribuan derajat Celsius.

Black box yang dilengkapi dengan baterai yang mampu memancarkan sinyal selama 30-90 hari setelah pesawat mengalami kecelakaan itu, juga mampu bertahan di kedalaman 6.000 meter di bawah permukaan laut.

Tag: black box sriwijaya air

Bagikan: