Uji Terapi Gen Menjanjikan, Bisa Pulihkan Manusia dari Kelumpuhan

Tim Editor

Ilustrasi: Terapi gen selama 2-3 pekan berhasil mengobati kelumpuhan seekor tikus. (foto: Daily Mail)

ERA.id - Sebuah penelitian revolusioner berhasil mengembalikan kemampuan motorik seekor tikus yang lumpuh akibat kerusakan saraf tulang belakang. Ini membangkitkan harapan bagi 5,4 juta manusia di dunia yang mengalami kelumpuhan atas alasan yang sama.

Melansir Daily Mail, (22/1/2021), beberapa peneliti dari Ruhr University Bochum di Jerman menstimulasi regenerasi syaraf tulang belakang sang tikus menggunakan suatu protein buatan.

Sang tikus sebelumnya sudah tak bisa menggerakkan kedua kaki belakangnya. Namun, setelah menjalani penelitian selama 2-3 pekan, tikus ini pun mampu berjalan kembali.

Apa yang sebenarnya dilakukan oleh para ilmuwan?

Berdasarkan laporan Daily mail, mereka menstimulasi sel syaraf di bagian korteks sensor-motorik agar memproduksi protein hyper-interleukin-6. Caranya, mereka menyuntikkan virus yang telah direkayasa secara genetik "sebagai contoh desain produksi protein untuk sel syaraf (yang hendak diterapi)."

Saat ini para peneliti sedang mengeksplorasi kemungkinan hyper-interleukin-6 benar-benar berguna bagi tikus tersebut. Dengan ini mereka bisa memutuskan apakah akan melanjutkan penelitian pada manusia.

Protein hyper-interleukin-6 (HlL-6) sendiri bekerja dengan menangani serabut syaraf (akson) yang ketika rusak akan menimbulkan kelumpuhan pada makhuk hidup.

Protein yang diciptakan tersebut termasuk sebagai sitokin, yang berguna dalam fungsi pengiriman sinyal oleh sel. Sebagai protein 'buatan', protein ini tidak ditemukan secara alamiah dan hanya bisa diciptakan menggunakan rekayasa genetika.

Tag: terapi gen kelumpuhan

Bagikan:


REKOMENDASI