Mengenal PSSI: Sejarah, Fungsi, dan Tugas sebagai Induk Organisasi Sepak Bola Indonesia

| 12 Sep 2022 22:03
Mochamad Iriawan pernah menjadi Ketua umum PSSI (Foto: Antara)

ERA.id - PSSI dikenal sebagai induk organisasi sepak bola nasional Indonesia. Adapun PSSI sendiri merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. PSSI didirikan pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta, oleh seorang tokoh bernama Soeratin Sosrosoegondo.

Tokoh yang lahir pada 17 September 1898, ini meraih gelar insinyur teknik sipil dari Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg (Jerman). Dia menamatkan pendidikannya pada tahun 1927 dan pulang ke tanah air pada tahun 1928. Setelah sampai di tanah air, Soeratin menjalani pekerjaan di sebuah perusahaan kontruksi bangunan Belanda bernama "Sizten en Lausada" yang bertempat di Yogyakarta.

Timnas Indonesia U-19. (Foto: Twitter @pssi)

Soeratin merupakan satu-satunya orang Indonesia yang merintis karier di perusahaan kontruksi tersebut. Namun, selanjutnya ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan karena alasan nasionalisme. Dilansir dari laman PSSI, Soeratin lebih banyak aktif di bidang pergerakan setelah berhenti dari "Sizten en Lausada".

Sejarah Berdirinya PSSI

Sebagai anak muda yang hobi bermain sepak bola, Soeratin bertujuan untuk menerapkan persetujuan para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda). Soeratin berkeyakinan bahwa sepak bola dapat menjadi sarana efektif untuk memupuk nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan untuk menentang Belanda.

Soeratin selanjutnya menjalani pertemuan bersama dengan tokoh-tokoh sepak bola dari berbagai daerah, antara lain Bandung, Yogyakarta, dan Solo. Gagasan pendirian PSSI pun semakin menguat. Gagasan itu, misalnya, diungkapkan dalam pertemuan di hotel kecil bernama Binnenhof, di Jalan Kramat 17 (Jakarta).

Dalam pertemuan tersebut, Soeratin berjumpa dengan ketua dan pengurus Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ). Pembahasan soal rencana pembentukan PSSI juga dilakukan dengan banyak tokoh nasional, seperti A Hamid, Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, Soekarno (bukan bapak proklamator), dan tokoh lainnya. Soeratin juga menyambung kontak pribadi lewat kurir dengan Soediro, Ketua Asosisasi Muda yang berlokasi di Magelang.

Hingga pada 19 April 1930, sebuah pertemuan di Yogyakarta digelar dan dihadiri oleh perwakilan VIJ, Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (VIVB), Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM), Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo, Madioensche Voetbal Bond (MVB), dan Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB).  

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan pembentukan federasi olahraga sepak bola bernama Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI). Soeratin disepakati sebagai ketua umum PSSI untuk periode 1930-1940. Setelah dua dekade berjalan, pada tahun 1950, dalam kongres PSSI di Solo, nama PSSI diubah menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.

Fungsi dan Tugas PSSI

Sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI mempunyai beberapa tugas. Berdasarkan STATUTA PSSI Bab 4 Pasal 1 dan 2 tahun 2018, fungsi dan tugas PSSI antara lain:

Fungsi PSSI

•   1. Mematuhi dan mencegah segala pelanggaran Statuta, peraturan-peraturan, instruksi-instruksi dan keputusan FIFA, AFC dan PSSI serta Laws of the Game dan memastikan bahwa seluruh hal tersebut dipatuhi oleh seluruh anggota.

•    2. Mencegah semua metode atau praktek yang dapat membahayakan integritas pertandingan atau kompetisi atau mengakibatkan penyalahgunaan dari sepak bola. Mengendalikan dan mengawasi semua bentuk pertandingan Sepak Bola yang berlangsung di dalam wilayah PSSI.

•   3. Memelihara hubungan internasional di bidang olahraga yang berhubungan dengan sepak bola dalam segala bentuk.

•   4. Menjadi tuan rumah bagi kompetisi pada level internasional dan level-level lainnya.

•   5. Mempromosikan dan mengembangkan sepak bola secara terus-menerus, mengatur dan mengawasinya di seluruh wilayah NKRI dengan semangat fair play, kesatuan, pendidikan, budaya dan nilai-nilai kemanusiaan terutama melalui program pengembangan pemain usia muda.

•   6. Menggelar kompetisi sepak bola dengan segala bentuk pada tingkat nasional, dengan menentukan secara tepat, sebagaimana dibutuhkan, wilayah kewenangan yang diakui dari pelbagai kompetisi yang dibentuk.

•   7. Menyusun peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan serta memastikan penegakannya.

Tugas PSSI

•   1. Mengembangkan konsep sepak bola yang maju, modern, profesional, dan mencegah segala tindakan yang berpotensi merusak nilai-nilai sportivitas dan prinsip fair play.

•   2. Menjalankan segala upaya untuk mencegah serta menentang penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dalam persepakbolaan nasional.

•   3. Mencari sumber-sumber pendanaan yang sah sebagai penunjang program kerja dan melindungi semua hak komersial dan inventaris yang menjadi aset milik PSSI.

•   4. Mengatur dan mengoordinasikan seluruh kompetisi dan turnamen, baik pada tingkat nasional ataupun pertandingan-pertandingan lainnya yang diadakan di Indonesia.

•    5. Membentuk tim nasional yang berkualitas dan berprestasi, baik pada pertandingan regional ataupun tingkat internasional.

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah PSSI, beserta fungsi dan tugasnya sebagai Organisasi Sepakbola Indonesia. Semoga informasi ini cukup menambah pengetahuan.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman

Rekomendasi