Marak Terjadi Kejahatan Siber , Ini 4 Cara Lindungi Data Pribadi di Media Sosial

| 15 Aug 2021 08:05
Marak Terjadi Kejahatan Siber , Ini 4 Cara Lindungi Data Pribadi di Media Sosial
Ilustrasi cara lindungi data pribadi (Dok. Likee)

ERA.id - Data pribadi merupakan hal yang harus dijaga agar tidak disalahgunakan oleh orang lain yang pada akhirnya dapat merugikan kita. Namun, saat menggunakan media sosial, kita mau tidak mau memberikan data pribadi kita seperti tanggal lahir, email, dan nomor telepon, sebagai syarat mendaftar menjadi pengguna. Sehingga, di era digital ini, menjaga data pribadi semakin sulit.

Banyak kejahatan siber terjadi dengan menggunakan data pribadi para pengguna secara tidak bertanggung jawab oleh oknum tertentu. Mulai dari menjual data pribadi banyak pengguna hingga kasus penculikan. Dari Januari hingga Mei 2021, BSSN (Badan Siber dan Sandi Nasional) mencatat terdapat lebih dari 448 juta serangan siber di Indonesia termasuk kebocoran informasi data pribadi. Biasanya oknum tersebut menggunakan teknologi digital untuk mencuri data pengguna dari perusahaan-perusahaan berbasis teknologi digital juga secara langsung menyasar pada akun pribadi perseorangan.

Tentunya kamu harus selalu berhati-hati supaya jangan sampai kamu jadi korban berikutnya dari tindak kejahatan oknum nakal ini. Untuk bisa menjaga data pribadi kamu. Dirangkum dari rilis Likee pahami beberapa tips yang bisa kamu praktikkan.

1. Jangan asal berikan data pribadi kamu ke orang tidak dikenal

Kamu harus berhati-hati dengan nomor atau email yang tidak kamu kenali sama sekali. Apalagi ketika kamu sedang tidak melakukan apa-apa dengan media sosial kamu yang membutuhkan verifikasi data. Bisa jadi merekalah oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin meminta data kamu agar mereka bisa meretas akun kamu dan menggunakannya untuk tindak kejahatan. Ada baiknya kamu memastikan nomor dan alamat email yang kamu terima adalah resmi dari media sosial itu terlebih dahulu.

Kamu juga harus berhati-hati jika menerima link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu, yang kemudian meminta data-data pribadi kamu untuk proses verifikasi. Ada baiknya kamu mengecek terlebih dahulu ke kontak resmi dari pihak yang disebutkan, sebelum kamu memberikan data-data yang diminta. Hal ini akan mencegah kamu menjadi korban dari kejahatan siber.

2. Simpan kata sandi kamu hanya untuk kamu

Kata sandi dibuat agar hanya kamu yang bisa mengakses akun media sosial kamu. Ingat, di dalam akun media sosial kamu tersimpan banyak sekali data pribadi yang tersimpan. Bahkan mungkin kamu pernah memasukan nomor kartu debit atau kredit yang digunakan untuk bertransaksi. Sehingga, menjaga kerahasiaan kata sandi media sosial kamu adalah sebuah keharusan.

3. Buat kata sandi yang kuat dan rutin diganti

Menjaga kerahasiaan dari kata sandi saja tidak cukup. Oknum tidak bertanggung jawab di luar sana punya banyak cara untuk mencoba meretas dan mencari tahu kata sandi yang kamu buat. Untuk itu, sebaiknya kamu buat kata sandi yang kuat, yang biasanya terdiri dari kombinasi alfabet, numerik, dan tanda baca. Hindari juga menggunakan data pribadi seperti tanggal lahir. Selain itu, sebisa mungkin kata sandi diganti secara berkala sehingga tidak mudah dilacak atau diketahui orang lain.

4. Aktifkan fitur verifikasi dua langkah

Pada umumnya media sosial menyediakan fitur verifikasi dua langkah untuk memberikan keamanan tambahan. Fitur ini membantu kita agar terhindar dari tindakan kejahatan yang berusaha mencuri akun pribadi kita. Ketika fitur verifikasi dua langkah ini sudah aktif, kamu akan diminta memasukan enam digit pin ketika melakukan login akun di perangkat lain.

Menjaga kerahasiaan data pribadi adalah hal yang penting agar data kita tidak digunakan sembarangan orang dan terlepas dari tindak kejahatan siber. Sebagai platform pembuatan video pendek terkemuka, Likee, mengajak para penggunannya untuk saling berbagi untuk meningkatkan pemahaman terkait pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi melalui tagar #DatamuRahasiamu.

Rekomendasi