Cara Mengubah Kebiasaan Anak Minum Minuman Manis, Jalani Hal Ini

| 04 Feb 2024 10:01
Cara Mengubah Kebiasaan Anak Minum Minuman Manis, Jalani Hal Ini
Minuman Manis (pixabay)

ERA.id - Anak-anak umumnya sekarang menyukai minuman manis karena rasanya yang menyenangkan di indera perasa dan warna minuman yang bervariasi. Padahal minuman manis disebut sebagai sumber terbesar melonjaknya kadar gula darah tubuh. Agar anak tidak adiksi sejak dini maka diperlukan cara mengubah kebiasaan anak minum minuman manis agar asupan gula dapat dibatasi.

Menurut Kementerian Kesehatan, batasan konsumsi gula setiap orang (dalam kondisi normal dan aktivitas ideal) hanya empat sendok makan atau 50 gram per hari.

Adapun studi yang dimuat di jurnal JAMA Internal Medicine mengungkap dampak konsumsi gula berlebihan (dari minuman atau makanan) bagi tubuh. Menurut riset tersebut, orang yang mengonsumsi gula lebih dari 100 gram atau delapan sendok makan per hari maka risiko terserang penyakit jantung dapat melonjak dua kali lipat dibandingkan orang yang hanya mengonsumsi gula empat sendok makan per hari.

Dampak negatif bagi kesehatan akan semakin besar jika anak-anak tidak dibatasi meminum minuman manis, terlebih pada minuman kemasan dan instan yang umumnya diberi gula tambahan.

Ilustrasi (Pixabay)

Oleh karena itu, pembatasan asupan minuman manis pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti berikut:

Beri Edukasi

Memberi edukasi dan pengertian kepada anak sejak mengenai minuman dapat dilakukan dengan cara bercerita. Memberi tahu anak tentang minuman dan makanan sehat dan bahayanya bagi tubuh. Kebiasaan mendengar akan direkam anak sebagai data pikirannya dan anak menjadi tumpuan utama sebagai pemahaman dan pembentukan pola kebiasaan.

Beri Contoh

Pemberian contoh merupakan langkah yang menyertai pemberian edukasi. Edukasi yang disertai contoh oleh orang-orang di sekitarnya akan memberikan distribusi gaya hidup yang akan ditiru oleh anak dari kebiasaan orang-orang terdekatnya.

Rutinitas Air Mineral

Jadikan mengonsumsi air mineral atau air putih sebagai rutinitas dan prioritas. Minum minuman manis hanya diberikan dengan rentang waktu tertentu saja sebagai minuman rekreasional.

Kenalkan Raw Food

Mengenalkan raw food pada anak sejak dini baik untuk membentuk pola perasa bagi anak. Jika anak terbiasa dengan rasa-rasa alami maka anak akan menolak rasa-rasa yang terlalu dominan dan mengandung bahan-bahan tidak alami, seperti pemanis buatan.

Ganti Cemilan

Cemilan yang mengandung gula saat ini sangat bervariatif dan selalu memiliki trend terbaru. Mulai ganti cemilan seperti dessert manis dengan cemilan yang tidak mengandung gula berlebihan. Semisal minuman kemasan bisa diganti dengan jus buah alami.

Perhatikan Kandungan Gula

Saat ini sudah banyak informasi mengenai kandungan gula pada minuman, terutama pada minuman kemasan. Informasi ini dapat dilihat langsung pada kemasan atau bisa melalui mesin pencarian secara online. Jika kandungan pemanis di dalamnya tinggi, jangan kenalkan pada anak dan hindari memberikannya kepada anak.

Gula yang terdapat dalam minuman manis kemasan bisa berupa sukrosa, glukosa, fruktosa, maltosa, dekstrosa, sirup jagung, serta konsentrat sari buah. Cermati setiap nama dan kandungannya.

Belajar Meracik Minuman Sendiri

Resep-resep minuman alami dengan kandungan pemanis yang dapat disssuaikan juga saat ini mudah ditemukan di media sosial. Resep-resep tersebut juga sangat bervariasi dan relatif dapat dilakukan dengan bahan dan cara yang sederhana. Biasakan memberikan minuman hasil racikan sendiri pada anak hingga anak mengerti untuk tidak meminum minuman manis yang berlebihan.

Beri Apreasi

Jika anak berhasil bertahan untuk tidak meminum minuman manis, maka berikan pujian dan dorongan positif pada anak. Anak akan menjadi semangat untuk terus bergaya hidup sehat.

Kerjasama sangat diperlukan oleh lingkungan sekitar anak agar anak menjadi disiplin terhadap konsumsi minuman dan makanan kesehariannya, baik yang pokok maupun rekreasional.

Melalui hal-hal di atas semoga anak dapat mengubah kebiasaan minum minuman manis menjadi lebih alami. Ketelatenan dan kesabaran diperlukan dalam menjaga anak agar tetap memiliki gaya hidup sehat.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…

Rekomendasi