3 Langkah Kreatif Kelola Limbah Makanan Selama Pandemi

| 27 Oct 2020 09:10
3 Langkah Kreatif Kelola Limbah Makanan Selama Pandemi
Ilustrasi makanan sehat (Foto: Unsplash)

ERA.id - Pandemi COVID-19 kian merebak, otomatis limbah pun ikut berdampak. Salah satunya limbah makanan yang menjadi tidak terurus dan kian banyak.

Kekhawatiran muncul berkenaan dengan pengelolaan limbah makanan. Kalau tidak dikelola dengan baik, limbah makanan dari dikhawatirkan. Mulai dari penyakit hingga bank sampah menjadi semakin banyak hingga membuat pekerja kerepotan.

Nah, ada beberapa cara untuk mengurangi limbah makanan agar lebih bermanfaat. Melalui konferensi pers bersama webinar via Zoom,IKEA Indonesia bersama Waste4Change berjudul Pengelolaan Food Waste Berkelanjutan untuk Skala Industri pada Senin (26/10/2020).

Berikut 3 langkah kreatif kelola limbah makanan selama pandemi COVID-19:

1. Cegah limbah makanan dari sumbernya

Pencegahan adalah tatanan hirarki pengelolaan limbah paling pertama. Bagaimana bisa kita mengurangi sampah sebelum diolah? Pengurangan limbah makanan harus dimulai dari dapur. IKEA menerapkan pendekatan Track, Monitor dan Reduce setiap harinya. Optimalisasi operasional dapur dilakukan demi terhindar dari bahan makanan yang tidak terpakai dan berakhir dibuang.

Dengan menerapkan Waste Watcher, sistem timbangan pintar yang dapat mengukur dan merekam limbah pangan yang dihasilkan setiap harinya. Setiap coworker menggunakan timbangan untuk mengidentifikasi alasan dan melaporkan setiap makanan yang tersisa. Selanjutnya, menganalisa cara terbaik untuk mengurangi limbah yang dihasilkan.

“Menjaga lingkungan dengan mengurangi limbah makanan sudah menjadi tanggung jawab IKEA yang juga memiliki bisnis kuliner. Kami percaya bahwa semua individu maupun organisasi yang bergerak dalam rantai pasokan makanan (food chain) memiliki peran penting untuk mengurangi limbah pangan,” ujar IKEA Food Commercial Manager, Ririh Dibyono. 

2. Kreatif kelola limbah makanan

Lebih dari 50 persen emisi karbon penyebab menipisnya lapisan ozon datang dari tumpukan sampah organik termasuk limbah makanan? Tumpukan sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat menciptakan gas metana dan meninggalkan jejak emisi karbon yang dapat mengikis lapisan ozon. 

Akibatnya, pemanasan global dan perubahan iklim yang cepat dapat terjadi. Hal ini dapat dikurangi dengan pengelolaan limbah makanan menjadi bahan baru atau daur ulang. Upaya daur ulang ini juga merupakan bagian dari hirarki pengelolaan limbah yang bertujuan untuk menghindari limbah makanan agar tidak sampai di TPA dan menambah tumpukan sampah.

IKEA juga berkomitmen untuk mendaur ulang limbah makanan dengan bekerja sama dengan Waste4Change dalam program Zero Waste to Landfill. Kerjasama ini adalah bagian dari inisiatif Food is Precious untuk mencegah tumpukan limbah makanan yang dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. 

Selain itu, IKEA Food dengan Waste4Change juga aktif mengelola limbah makanan yang dihasilkan dari dapur dengan mengolah kembali menjadi sumber energi lain seperti kompos dan pengembang biak larva lalat Black Soldier Flies (BSF), yang berfungsi untuk mengurangi limbah organik.

"Jadi apakah kolaborasi menurunkan? menurut saya bisa. Kegiatan IKEA Food dengan Waste4Change bertanggungjawab ada campaign tentang edukasi atau bank-bank sampah, pelatihan komposing, cara pemilahan," kata IKEA Food Commercial Manager, Ririh Dibyono. 

3. Terus berusaha dan belajar bersama

IKEA Food menyadari bahwa perubahan harus dilakukan bersama-sama. Setelah berhasil menerapkan pengelolaan limbah makanan di internal, IKEA Indonesia juga ingin mengajak pelanggan untuk turut serta melakukan hal serupa. Salah satu upayanya adalah meningkatkan kesadaran akan isu food waste di Indonesia kepada pelanggan melalui edukasi. IKEA percaya bahwa kesadaran akan pentingnya isu food waste dapat dimulai sejak dini.

Maka dari itu, IKEA Indonesia bersama dengan Kedutaan Swedia di Indonesia dan Greeneration Foundation akan meluncurkan buku anak-anak tentang limbah makanan di tahun 2021. Melalui kegiatan ini, IKEA mengajak orang tua dan guru untuk mengajarkan anak-anak tentang siklus makanan dan cara memanfaatkan makanan menjadi kompos.

Tags : makanan sisa
Rekomendasi