Simak 5 Perbedaan Ramen dan Bakmi, Apa yang Membuat Keduanya Begitu Unik?

| 20 Jan 2026 04:42
Simak 5 Perbedaan Ramen dan Bakmi, Apa yang Membuat Keduanya Begitu Unik?
ILUSTRASI ramen. (Pixabay)

ERA.id - Makanan berbahan dasar mie memiliki daya tarik yang tak terbantahkan, terlebih lagi jika berbicara tentang dua hidangan mie yang sangat populer: ramen dan bakmi. Meskipun keduanya sama-sama menggunakan mie sebagai bahan utama, kedua hidangan ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda.

Mungkin, bagi sebagian orang, ramen menjadi hidangan yang tidak boleh dilewatkan. Tapi, bagi yang lebih memilih cita rasa lokal, Sedjuk Bakmi & Kopi bisa menjadi alternatif menarik untuk mencicipi bakmi yang menggugah selera.

Sebelum menikmati hidangan ini, ada baiknya untuk memahami perbedaan antara ramen dan bakmi, dari asal usul hingga cara penyajiannya. Berikut adalah beberapa perbedaan mendasar yang membedakan kedua hidangan lezat ini.

Perbedaan Ramen dan Bakmi

1. Asal Usul dan Sejarah

Ramen berasal dari Jepang dan pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-20. Meskipun memiliki akar yang dipengaruhi oleh hidangan mie dari China, ramen telah bertransformasi di Jepang menjadi hidangan dengan kuah yang kaya dan beragam topping, seperti ayam, babi, telur rebus, dan sayuran.

Sedangkan bakmi memiliki akar yang lebih kuat di Tiongkok. Makanan ini sudah dikenal sejak zaman Dinasti Han dan berkembang pesat di Indonesia, dengan berbagai varian yang disesuaikan dengan selera lokal. Di Indonesia, bakmi menjadi hidangan populer yang bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota.

2. Jenis Mie dan Tekstur

Mie ramen biasanya lebih tipis dan kenyal, dengan tekstur lembut berkat penambahan kansui (air alkali) dalam proses pembuatannya. Mie ini lebih elastis dan sering kali disajikan terpisah dari kuahnya, meskipun ada beberapa varian ramen yang menyajikan mie dan kuah dalam satu mangkuk.

Sementara itu, mie bakmi memiliki tekstur yang lebih padat dan kenyal. Mie ini lebih tebal dan sering disajikan dalam keadaan goreng atau dengan kuah yang lebih kental dan bumbu yang meresap sempurna. Mie bakmi cenderung lebih tahan lama meskipun sudah disajikan dalam waktu lama, membuatnya lebih cocok untuk bakmi goreng.

3. Kuah dan Bumbu

Ramen

Kuah ramen dikenal kaya akan rasa, dengan berbagai varian yang memberikan karakter unik, seperti shoyu (soy sauce), miso, tonkotsu (berbasis tulang babi), dan shio (garam). Setiap kuah ini memiliki kedalaman rasa dan umami yang kuat. Kuah ramen sering kali lebih kompleks, dengan topping yang dapat mencakup telur rebus setengah matang, daun bawang, nori, dan jamur.

Bakmi

Sebaliknya, kuah bakmi lebih sederhana namun tetap gurih. Biasanya, bakmi disajikan dengan kuah kaldu ayam atau sapi yang ringan, memberikan rasa gurih yang lebih halus. Untuk bakmi goreng, bumbunya cenderung lebih kuat dengan rasa manis dan asin yang lebih mencolok. Meskipun lebih sederhana, kuah bakmi memiliki daya tarik yang tak kalah enak.

4. Topping dan Variasi

Ramen

Ramen menawarkan beragam topping, mulai dari irisan daging babi atau ayam, telur rebus setengah matang, sayuran, hingga rumput laut nori. Topping ini sering kali memberikan rasa dan tekstur tambahan yang memperkaya pengalaman makan, menjadikan ramen hidangan yang lebih kompleks.

Bakmi

Topping pada bakmi cenderung lebih sederhana, biasanya berupa ayam panggang, bakso, atau pangsit goreng. Meskipun topping bakmi lebih sedikit dibandingkan ramen, mereka tetap memberikan rasa yang sangat memuaskan. Bakmi goreng sering disajikan dengan topping yang lebih beragam, seperti telur, daging, atau sayuran.

5. Penyajian

Ramen

Ramen biasanya disajikan dalam mangkuk besar dengan mie yang terpisah dari kuahnya. Penyajian ini memberi kesempatan bagi penikmatnya untuk menikmati tekstur mie dan kuah secara bersamaan. Topping biasanya diletakkan di atas mie, dan sering kali ditambahkan pada saat penyajian.

Bakmi

Bakmi sering disajikan dalam dua cara: dengan kuah atau sebagai bakmi goreng. Untuk bakmi dengan kuah, mie dimasak bersama kuah kaldu, sementara untuk bakmi goreng, mie digoreng dengan bumbu yang kuat dan topping yang beragam. Biasanya, bakmi disajikan dalam porsi yang lebih kecil, cocok untuk dinikmati dalam satu kali santap.

Ramen dan bakmi memang memiliki kesamaan, namun perbedaan dalam asal usul, tekstur mie, kuah, dan penyajian memberikan pengalaman kuliner yang sangat berbeda. Bagi pecinta mie, baik ramen maupun bakmi memiliki keistimewaan masing-masing yang dapat memuaskan selera. Mengunjungi tempat seperti Fuyu Ramen untuk mencicipi ramen khas Jepang atau Sedjuk Bakmi & Kopi untuk menikmati bakmi dengan cita rasa lokal adalah cara yang tepat untuk merasakan kelezatan kedua hidangan tersebut.

Rekomendasi