Dampak Pembangunan Skybridge Tanah Abang Bagi PKL

Tim Editor

Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang (era.id)

Jakarta, era.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membangun skybridge atau penyebrangan multi guna (PMG) yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Blok G. Pembangunan itu ditargetkan rampung pada Oktober 2018 mendatang.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DKI Jakarta Irwandi bilang, setelah skybridge Tanah Abang selesai dibangun, hanya pedagang kaki lima (PKL) ber-KTP DKI yang diperbolehkan berjualan di tempat tersebut. Pembatasan dilakukan karena PMG hanya mampu menampung 386 pedagang saja.

"Kami akan menata supaya rapi," ujar Irwandi kepada wartawan, Senin (7/8/2018).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya terus mengumpulkan data para pedagang ber-KTP DKI yang berada di depan Stasiun Tanah Abang atau di Jalan Jatibaru Raya.


(Infografis/era.id)

Pembangunan PMG merupakan jawaban atas sejumlah keluhan warga yang protes terhadap okupasi Jalan Jatibaru Raya oleh PKL. Mereka meminta Jalan Jatibaru Raya kembali dibuka, sehingga para warga bisa beraktifitas seperti biasa.

Supaya kamu tahu, di JPM Tanah Abang ini tiap pedagang hanya memperloleh lapak berukuran 1,5x1,5 meter. Para pedagang tidak dipungut biaya sewa, namun mereka diwajibkan membayar biaya retribusi.

JPM Tanah Abang telah memiliki zona peruntukan masing-masing, nantinya para pedagang akan diklasifikasi berdasarkan zona peruntukan dan jenis dagangan mereka. "Jadi di sana hanya ber-KTP DKI. Ditata supaya tidak semrawut," imbuh Irwandi.


(Infografis/era.id)

Tag: tanah abang pemprov dki jakarta lalu lintas kecelakaan infrastruktur

Bagikan: