Prabowo-SBY Bertemu, Koalisi Masih Dimusyawarahkan

| 09 Aug 2018 11:04
Prabowo-SBY Bertemu, Koalisi Masih Dimusyawarahkan
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berkunjung ke rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (Wardhany/era.id)
Jakarta, era.id - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berkunjung ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (9/8/2018).

Sekitar 30 menit mereka bertemu, dan Prabowo langsung meninggalkan pergi lokasi dengan menaiki mobil Lexus putihnya. 

Ia sempat membuka kaca mobilnya yang berjalan keluar dan menyebut bahwa saat ini soal cawapresnya masih dalam tahap musyawarah.

"Masih musyawarah, masih musyawarah," kata Prabowo dari dalam mobil saat akan meninggalkan kediaman SBY di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2018).

Prabowo juga enggan menjawab soal Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno yang akan menjadi cawapresnya di Pilpres 2019.

Sementara itu, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang tiba sebelum rombongan Prabowo Subianto itu datang, menyebut kalau memang pertemuan ini sesuai dengan rencana awal walaupun ada perubahan waktu.

Dalam kesempatan itu, Ferdinand juga menyebut kalau koalisi antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra tetap berjalan seperti kesepakatan awal.

"Koalisi tetap bisa bersatu hingga tetap bersatu dan berjalan hingga besok mendaftarkan capres dan cawapresnya," ungkap Ferdinand kepada wartawan.

Ia juga menyebut, koalisi masih tetap berjalan. Apalagi saat ini ada pertemuan yang dilakukan antara SBY dan Prabowo. Ferdinand menyebut, kalau koalisi batal maka pertemuan ini tak akan berlangsung.

"Kita Demokrat ingin bagaimana Prabowo bisa menang 2019 ya, sebagaimana supaya bisa menang 2019. Itu intinya," jelas Ferdinand.

"Masalah wakil memang yang menjadi topik serius yang sekarang dibicarakan, payrtai Demokrat, ayo siapapun yang jadi wakilnya, yang penting bisa membantu memenangkan Pak Prabowo. Seperti itu posisi kita," imbuhnya.

Tadi malam, koalisi ini terancam retak. Sebabnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief menuding Prabowo dengan istilah 'Jenderal Kardus' lantaran menerima Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai cawapresnya. Bahkan disebutkan, Sandiaga 'membeli' PKS dan PAN agar jadi cawapres Jokowi.

Padahal, pendukung Prabowo di Pemilu 2019 yang terdiri dari Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat tengah menggodok tiga nama untuk jadi cawapres Prabowo. Mereka adalah, yaitu Ustaz Abdul Somad (ulama), Salim Segaf Al Jufri (PKS), dan Agus Harimurti Yudhoyono (Partai Demokrat).

Rekomendasi