Jadi Korban Persekusi, Neno Warisman dan Ahmad Dhani Ngadu ke DPR

Tim Editor

Neno Warisma dan Ahmad Dhani mengadu ke DPR untuk kasus persekusi. (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Aktivis gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman dan Ahmad Dhani, melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR, Selasa (28/8/2018). Mereka datang untuk mengadukan persekusi yang dialami saat deklarasi #2019GantiPresiden di beberapa tempat.

Neno Warisman, Ahmad Dhani dan rombongan diterima oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais, Anggota Komisi III Nasir Djamil, dan anggota Komisi III Muhammad Syafii di ruang pimpinan DPR, Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Neno menceritakan kronologis kejadian saat dirinya mendapatkan persekusi. Menurut Neno, dia dihadang massa dan tak bisa keluar dari Bandara Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, pada Sabtu pekan lalu. Setelah tertahan lebih kurang delapan jam di gerbang bandara, akhirnya Neno Warisman memilih pulang ke Jakarta.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, informasi ini akan segera ditindaklanjuti DPR. Dia akan meminta Komisi I DPR dan Komisi III DPR untuk melakukan fungsi pengawasan pada tindakan persekusi yang diterima Neno dan Ahmad Dhani.

"Saya kira DPR tentu saja melalui Komisi I dan Komisi III akan menjalankan fungsi pengawasan. Tadi kami juga ditemani pimpinan Komisi I dan beberapa rekan Komisi III. Kita akan proses laporan ini sesuai mekanisme yang ada," katanya, di Gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

"Dan surat-surat yang disampaikan, aspirasi ini akan kita teruskan, kita sampaikan pada presiden dan instansi-instansi yang terkait supaya hal ini tak terulang lagi. Dan pihak-pihak yang melakukan satu tindakan melawan hukum terhadap kebebasan berpendapat tersebut. Saya kira harus ada mekanisme hukum untuk menyelesaikannya," lanjutnya.

Dari paparan kronologis itu, Fadli menilai, tindakan persekusi yang diterima Neno dan Dhani merupakan bentuk ketidakprofesionalan aparat penegak hukum. Ini pula, yang kata Fadli, harus ditanggapi secara serius.

"Sebagaimana tadi diikuti dua jam tadi telah menyampaikan berbagai kronologis peristiwa-peristiwa itu yang terjadi di Riau dan Surabaya, tindakan-tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan menunjukkan ketidakprofesionalan. Dan ini tentu sangat mengganggu dan sangat membuat keresahan di kalangan masyarakat bahwa aparat keamanan tak melakukan tugas sebagaimana mestinya," jelasnya.

Sementara itu, Neno berharap DPR bisa menindaklanjuti laporannya itu. Dia juga berharap, kasus seperti ini tidak terjadi lagi dan menimpa perempuan lainnya.

"Dan semoga emak-emak seluruh negeri dan yang hadir pada dengar pendapat hari ini mereka terkumpul dari banyak barisan juga, mari kaum emak-emak semua, kita bukan hanya emak yang hanya bisa melahirkan anak-anak kita tapi emak yang bisa menegakkan kembali izah dan marwah negeri ini, mudah-mudahan peradaban baru akan lahir dengan kekuatan hati kita semua," tutur Neno.

Tag: persekusi ahmad dhani divonis ketua dpr

Bagikan: