Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin Yakin Suara Gusdurian Aman

Tim Editor

Nahdlatul Ulama (Foto: www.nu.or.id)

Jakarta, era.id - Kendati pasangan bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus membangun komunikasi dengan keluarga mendiang Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), namun Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin tetap yakin suara Gusdurian--massa pendukung Gus Dur--akan tetap ada di kubu mereka.

"Gusdurian ini bagian dari keluarga besar NU. Kalau kita lihat sejarahnya nahdliyin kan memang tidak pernah satu, jadi pasti ada elemen yg berbeda meskipun ada arus utamanya. Kalau kita bicara arus utama saat ini kami yakin bahwa pasti mendukung ke Pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf Amin," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Sekjen PPP ini juga mengaku dirinya baru saja pulang dari sejumlah daerah untuk melakukan kunjungan. Dalam kunjungannya itu, ia sempat menemui beberapa ulama dan tokoh NU. Sehingga, ia memastikan kalangan NU tetap mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pemilu Presiden 2019.

"Saya baru kembali ke beberapa daerah. Saya tanya sama teman-teman NU, terlepas soal katakanlah kritik terhadap pemerintah di kalangan nahdliyin, tapi bagi kalangan nahdliyin karena yang jadi cawapres itu Rais Am dan kiai senior dari kalangan nahdliyin--massa pendukung NU. Persoalannya bagi nahdliyin adalah membela kehormatan dari ulamanya," ujar Arsul.


(Ilustrasi/era.id)

Anggota Komisi III DPR RI ini juga menyebut, meski kubu Prabowo-Sandiaga terus bergantian mendatangi para tokoh NU maupun Muhammadiyah, namun pasangan yang diusungnya itu tak akan bersikap reaktif. Apalagi, sebelumnya pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin juga telah mendatangi sejumlah tokoh NU maupun Muhammadiyah.

Baca Juga : Datangi Kediaman Gus Dur, Prabowo Sungkem Tangan Sinta Wahid

"Kami tidak ingin apalagi paslon kami dalam hal ini Pak Jokowi adalah petahana, tentu tidak ingin langkahnya bersikap reaktif karena sebelah melakukan ini, maka kami harus melakukan ini. Saya kira tidak seperti itu, kalau yang kita lakukan itu hal-hal yang sifatnya reaktif, biasanya menimbulkan ketegangan," ungkap Arsul.

"Kalau kita bicara misalnya, komunikasi kunjungan ke NU dan Muhammadiyah, kalau ke NU enggak perlu dikunjungi wong Kiai Ma'ruf masih Rais Am PBNU. Kalau Muhammadiyah, Pak Jokowi sudah bertemu dengan pimpinan Muhammadiyah dan Pak Kiai Ma'ruf juga sudah bersilaturahmi. Saya kira ini akan terus berlangsung," tutupnya.

Baca Juga : Saat Sandi Dibekali Tempe Mendoan dari Istri Gus Dur

Sebelumnya, bakal calon presiden Prabowo Subianto berkunjung ke kediaman presiden keempat Abdurahman Wahid (Gus Dur), di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Kamis (13/9). Tak hanya Prabowo, bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno juga sudah mengunjungi kediaman Sinta Wahid. Seperti halnya Prabowo, kala itu Sandiaga pun mencium tangan Sinta sebagai rasa hormat.

Prabowo diketahui juga sempat berziarah ke makam Gus Dur dan pendiri Nahdlatul Ulama Hasyim Asy'ari di Jombang, Jawa Timur. Hal tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri NU yang berjasa terhadap perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan.

Tag: jokowi-maruf amin prabowo-sandiaga pilpres 2019 pemilu 2019 pemilu

Bagikan: