Warga Palu Dibolehkan Ambil Barang di Supermarket

Tim Editor

Mendagri Tjahjo Kumolo (Tasya/era.id)

Jakarta, era.id - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memperbolehkan masyarakat korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah untuk mengambil barang logistik yang ada di minimarket. Barang-barang itu nantinya akan dibayar oleh pemerintah. 

"Dalam rapat saya minta pemda untuk memfasilitasi beli minuman dan makanan di toko yang jual, berikan dulu kepada pengungsi dan yang dirawat di rumah sakit. Cari yang punya toko, dibeli dulu, dan saya minta pengawalan Satpol PP dan polisi, kemudian dibagikan makanan tersebut," kata Tjahjo seperti dikutip dari Antara, Minggu (30/9/2018).

Keputusan ini diambil, setelah adanya kejadian penjarahan yang terjadi di berbagai lokasi di Palu dan Donggala, pasca gempa yang mengguncang pada Jumat (29/9) sore. 

"Bandara kondisi runtuh, tidak ada yang menunggu, listrik mati. Halaman Bandara buat pengungsi. Ada toko di Bandara yang rusak akibat gempa, makanan dan minuman berhamburan kemudian diambil masyarakat. Jadi bukan penjarahan, saya melihat kejadian itu," jelasnya. 

Tjahjo melanjutkan, meminta sejumlah pejabat yang sedang berada di Palu untuk bergotong royong mendonasikan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi dan korban bencana. 

"Kondisi darurat, makanan dan minuman belum masuk, toko tutup; (jadi) ya membantu masyarakat yang perlu makan dan minum. Dan saya minta langsung ke Gubernur (Sulteng Longki Djanggola) membeli minuman dari toko yang tutup, (menggunakan) uang gotong royong, saya ikut membeli juga," tutupnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mencapai 832 orang. Tak hanya itu tak kurang dari 10.000 pengungsi masih tersebar di sejumlah titik di Sulawesi Tengah.

Tag: mendagri jenderal tito karnavian prayforpalu prayforsulteng gempa

Bagikan: