Massa Pendukung Amien Sempat Bersitegang dengan Polisi

Tim Editor

Suasana debat agar perwakilan pendukung Amien Rais bisa masuk ke Polda Metro Jaya. (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Massa peserta aksi pengawal pemeriksaan Amien Rais meminta agar sejumlah perwakilan mereka, di antaranya Ketua Umum Persaudaran Alumni (PA) 212 Slamet Maarif, Waketum PA 212 Asep Syaripudin, serta anak dari Amien Rais yaitu Hanafi Rais untuk masuk ke dalam Polda Metro Jaya.

"Tolong diaspirasi keinginan kami. Kami cuma minta perwakilan kami 2 atau 3 orang untuk masuk mengawal pemeriksaan pak Amien. mohon dengan hormat bapak kepolisian yabg terhormat. jangan biarkan perwakilan kami ada di depan seperti ini," ujar orator yang berada di atas mobil.

Namun, usulan ini sempat alot dan tidak langsung diterima. Mereka pun sempat berdebat dengan polisi yang berjaga di pintu masuk Polda Metro. Sejumlah massa pun ikut mengerubungi gerbang mengawal perwakilan untuk meminta masuk.

Polisi meminta pihak perwakilan masuk lewat pintu yang telah disediakan. namun, Slamet sempat bilang mereka dipersulit.

"Kita dibuat muter-muter ini masuknya. Jangan dibuat sulit seperti ini," tutur Slamet.

Akhirnya, polisi hanya mempersilakan dua orang, yaitu Slamet dan Hanafi untuk masuk ke dalam menuju ruangan pemeriksaan Amien Rais.


Perwakilan massa pendukung Amien melobi agar bisa masuk ke Polda Metro Jaya. (Diah/era.id)

Sesaat setelah tiba di Polda Metro Jaya, Amien Rais menggelar jumpa pers singkat. Salah satunya, dia mempertanyakan pemanggilan dirinya sebagai indikasi adanya upaya kriminalisasi.

Amien bercerita saat malam tadi dia menonton salah satu program acara di Metro TV. Di situ ada penjelasan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto yang menyebut pemanggilan Amien Rais merujuk pada keterangan Ratna Sarumpaet.

Yang jadi masalah, Amien mempersoalkan salah satu pernyataan Setyo Wasisto yang menyebut surat pemanggilan dirinya tertanggal 2 Oktober. Padahal Ratna sendiri baru ditangkap pihak polisi 4 Oktober.

"Ini sangat janggal sekali. Ratna Sarumpaet pada tanggal 2 Oktober itu belum memberikan keterangan apa pun ke polisi. Kok surat pemanggilan saya sudah jadi duluan? Apakah ini upaya kriminalisasi? Wallahu A'lam," kata Amien Rais, Rabu (10/10/2018).

Amien Rais mangkir dari panggilan pertama. Namun Amien Rais berkilah kalau dia tidak datang karena penyidik salah dalam menulis data namanya. 

"Kami sudah mengingatkan nama ini," kata Amien.

Di akhir jumpa pers, Amien juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia lalu menampilkan salah satu kopian berita dari sebuah media nasional.


Amien Rais diperiksa Polda Metro Jaya. (Mery/era.id)

Amien Rais dipanggil merujuk pada kasus kebohongan yang dibuat Ratna Sarumpaet. Ratna awalnya mengaku dipukuli oleh beberapa orang hingga mukanya babak belur. Isu penganiayaan ini akhirnya melebar. Kubu Prabowo-Sandiaga menggelar jumpa pers meminta kasus ini diusut.

Padahal nyatanya, muka Ratna bengkak-bengkak karena tindakan sedot lemak di bagian pipinya yang tidak berjalan sempurna. Ratna lalu mengaku sudah berbohong. Sejurus kemudian, Prabowo juga meminta maaf karena mengaku tidak mengonfirmasi lanjut pernyataan Ratna itu.

Saat mau ke Chili, Ratna akhirnya ditangkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta. Diperiksa sebentar, Ratna kemudian dibawa ke rumah pribadinya. Polisi melakukan penggeledahan di rumah Ratna di kawasan Tebet.

Tag: amien rais diperiksa ratna sarumpaet ditangkap

Bagikan: