Satu Korban Jatuhnya Lion Air JT618 Berhasil Diidentifikasi

Tim Editor

Bukti sidik jari milik Jannatun Sintya Dewi. (Wardhany/era.id)

Jakarta, era.id - Polri berhasil melakukan identifikasi satu orang dari total 189 korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang  yang jatuh di kawasan perairawn Tanjung Karawang, Bekasi, Jawa Barat. Korban bernama Jannatun Cintya Dewi, warga Sidoarjo, Dusun Prumpon, Sukondo, Jawa Timur, kelahiran 12 September 1994.

Korban berhasil diidentifikasi berkat sidik jari. Sehingga menurut Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Hudi Suryanto proses identifikasi jenazah bisa lebih mudah dilakukan.

“Pekerjaan pelajar atau mahasiswa statusnya belum menikah. Ini kalau sudah dapat data didukung kartu keluarga dan sepertinya ini anak ketiga dari seorang ibu bernama Surtiyem dan bapak bernama Supriadi,” ungkap Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Hudi Suryanto dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Saat ini jenazah korban pun tengah dipersiapkan untuk segera dikembalikan pada pihak keluarga yang telah menunggu. 


Identitas Jannatun Cintya Dewi. (Wardhany/era.id)

Supaya kalian tahu, saat ini jumlah keluarga yang melaporkan data antemortemnya tercatat sebanyak 191 orang. Sementara yang diambil DNA-nya mencapai 147 orang. Data ini lebih banyak dari manifes karena tim identifikasi menerima seluruh keluarga atau kolega korban yang melaporkan.

Diketahui sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang berangkat dari Jakarta pada pukul 06.20 WIB dan diperkirakan mendarat di Pangkalpinang sekitar pukul 07.05 WIB.

Namun, berdasarkan informasi dari air traffic control, pesawat tersebut JT 610 kehilangan kontak pukul 6.50 WIB dan dipastikan jatuh di laut perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sebelum hilang kontak, pesawat ini sempat meminta untuk kembali ke base.

Pesawat ini membawa 178 penumpang dewasa, seorang anak dan dua bayi, dengan pilot, kopilot, dan enam awak pesawat.

Tag: lion air jatuh

Bagikan: