Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Lengser dari Rp15.200

Tim Editor

Ilustrasi rupiah (Pixabay)

Jakarta, era.id - Nilai tukar (kurs) Dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya turun dari posisinya Rp15.200. Mata uang Paman Sam itu kini dibuka pada berada di kisaran Rp15.095.

Mengutip data perdagangan Reuters, Jumat (2/11/2018) dolar AS pagi ini melemah ke posisi Rp 15.095 atau turun sekitar 0,08% dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. Dolar AS terpantau menunjukkan gejala pelemahan dalam lima hari terakhir.



Secara year to date (ytd), nilai dolar AS masih menguat terhadap rupiah sebesar 12 persen. Sementara harga jual kurs dolar AS di sejumlah bank nasional pagi ini terpantau sudah beranjak turun di bawah Rp15.200.

Pukul 09.35 Bank BCA menjual dolar AS dengan harga Rp15.110. Sedangkan Bank Mandiri yang memperjual belikan dolar AS dengan kisaran Rp15.065 sampai Rp15.115.



Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova, mengatakan data inflasi yang relatif terkendali menjadi salah satu faktor yang menjaga fluktuasi rupiah tetap stabil dengan kecenderungan menguat.

"Inflasi Oktober relatif terkendali di level tiga persen," kata Rully seperti dikutip dari Antara.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi pada tahun kalender Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 2,22 persen dan inflasi dari tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,16 persen.

Di sisi lain, lanjut dia, apresiasi rupiah juga dipicu harapan positif pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai cukup solid meski dibayangi sentimen perang dagang.

"Pelaku pasar khawatir perang dagang dapat menahan pertumbuhan ekonomi global, namun sebagian pelaku pasar yakin ekonomi Indonesia masih cukup terjaga," jelasnya.
 

Tag: nilai tukar rupiah dolar as

Bagikan: